Salah satu aspek penting dalam pengelolaan lahan berbukit adalah penerapan praktik-praktik terbaik, yang dikenal dengan Best Management Practices (BMP).

Terdapat lima fokus utama dalam BMP ini. Pertama, konservasi tanah dan air yang melibatkan manajemen vegetasi penutup tanah, penerapan Rain Harvesting, dan modifikasi relief mikro untuk mengendalikan aliran air.

Kedua, manajemen pemupukan yang mencakup organisasi pemupukan, sistem penghancakan, dan metode aplikasi pupuk yang efisien.

Ketiga, manajemen bukit dengan langkah-langkah seperti pemetaan kawasan bukit, pembuatan jalan selendang, dan pembuatan jalan zigzag guna memudahkan akses.

Keempat, manajemen palung dengan inventarisasi dan pemetaan, penomoran indeks palungan, serta pemantauan kerja perbaikan palungan. Dan kelima, manajemen panen yang melibatkan organisasi panen, penghancakan menggunakan lima sistem berbeda, dan pengangkutan buah dengan efisien.

"Dengan penerapan inovasi dan praktik-praktik terbaik ini, diharapkan petani kelapa sawit di Provinsi Bengkulu dapat mengelola perkebunan mereka dengan lebih efektif di lahan berkontur berbukit. Upaya ini diharapkan dapat meningkatkan produktivitas dan keberlanjutan sektor perkebunan kelapa sawit di daerah tersebut," pungkasnya.