Jakarta, elaeis.co - Direktur Utama Holding Perkebunan Nusantara PTPN III Mohammad Abdul Ghani menyampaikanlaba konsolidasi Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) yang dibukukan menjadi yang tertinggi sepanjang sejarah perusahaan.

"(Itu terjadi) seiring peningkatan dengan produktivitas," ujarnya di Jakarta, kemarin, sebagaimana dilansir wartaekonomi.co.id.

Selain itu, tambahnya, penjualan PTPN juga meningkat 5% year on year menjadi Rp56 triliun. “Tentu ini berkat kerja keras seluruh jajaran yang telah berkomitmen menjalankan transformasi untuk perbaikan kinerja,” pungkasnya.

Sebelumnya Mohammad Abdul Ghani menyampaikan dengan transformasi menyeluruh di sejumlah lini bisnis dan anak usahanya, pihaknya mampu menghasilkan kinerja memuaskan khususnya pada komoditas utama PTPN Group.

Hasilnya, antara lain,  PT Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) mencatatkan produktivitas tertinggi sepanjang sejarah pada 2022. 

Di lini bisnis sawit, misalnya, tahun 2022 rata-rata produktivitas tandan buah segar (TBS) meningkat 3,4% dari tahun sebelumnya. Begitu pula produktivitas crude palm oil (CPO), yaitu mencapai lebih 5 ton per hektare atau meningkat 3,6% dari tahun sebelumnya.

Sementara produktivitas rata-rata CPO nasional tahun 2022 hanya 3,9 ton /Ha. “Bahkan, 150 ribu hektare dari 450 ribu hektare tanaman produktif, mencapai protas hingga di atas 5,6 ton CPO per hektare, lebih tinggi dari capaian produktivitas perusahaan best practices terbaik nasional,” ujarnya.