Bengkulu, elaeis.co - Gubernur Bengkulu, Rohidin Mersyah, menekankan pentingnya Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) memberikan lebih dari sekadar program replanting kelapa sawit. 

Menurut Gubernur, perlu adanya inisiatif untuk memberikan pelatihan kepada para petani di Bengkulu guna meningkatkan efisiensi dalam pengelolaan kebun sawit.

Menurut narasi dari Gubernur Rohidin Mersyah, BPDPKS diharapkan tidak hanya fokus pada aspek replanting, melainkan juga aktif dalam memberikan pelatihan teknis kepada petani kelapa sawit. 

Hal ini bertujuan agar para petani dapat mengoptimalkan produktivitas kebun sawit mereka dengan lebih baik.

"Pendekatan ini akan membantu menciptakan petani yang lebih kompeten dalam menjalankan usaha perkebunan kelapa sawit," kata Rohidin, Selasa (19/12).

Dalam penjelasannya, Gubernur Rohidin mengungkapkan, kemampuan petani dalam mengelola kebun sawitnya harus diperhatikan. 

Oleh karena itu, BPDPKS sebaiknya tidak hanya memberikan bantuan fisik, tapi juga meningkatkan kapasitas petani melalui berbagai program pelatihan.

"Kita perlu melihat tidak hanya sisi replanting, tetapi juga kemampuan petani dalam mengelola kebun sawitnya. Oleh karena itu, BPDPKS sebaiknya tidak hanya memberikan bantuan fisik, tapi juga meningkatkan kapasitas petani melalui berbagai program pelatihan yang relevan," tuturnya.

Para petani di Bengkulu merespons positif pernyataan Gubernur. Salah seorang petani, Ahmad Sutrisno, mengatakan, program pelatihan akan sangat membantu petani seperti dirinya untuk meningkatkan keterampilan dalam merawat kebun sawit. Ini langkah yang baik untuk mendukung petani agar dapat bersaing dan beradaptasi dengan perubahan lingkungan.

"Pelatihan akan sangat membantu kami meningkatkan keterampilan dalam merawat kebun sawit. Ini langkah yang baik untuk mendukung petani agar dapat bersaing dan beradaptasi dengan perubahan lingkungan sekitar," tuturnya.

Ia berharap, BPDPKS dapat lebih terlibat dalam peningkatan kapasitas petani kelapa sawit, kolaborasi antara pemerintah daerah, lembaga perkebunan, dan petani di Bengkulu diharapkan dapat menciptakan ekosistem yang lebih berdaya saing dan berkelanjutan.

"Semoga ini bisa direalisasikan oleh BPDPKS di Bengkulu," pungkasnya.