Jambi, elaeis.co - Berdasarkan hasil penetapan di Dinas Perkebunan Provinsi Jambi, harga kelapa sawit periode ini cukup tinggi. Untuk usia 10-20 tahun dibeli seharga Rp3.894.43/kg.

Kendati lumayan tinggi, tidak semua petani kelapa sawit di Jambi merasakan dampaknya. Terutama bagi petani swadaya.

Bukan hanya masalah yang ditetapkan langsung oleh PKS, namun juga lantaran dihantui status kawasan lahan yang sampai saat ini tak kunjung selesai.

"Sebaiknya pemerintah tidak menerbitkan regulasi maupun kebijakan yang mengganggu ketenangan petani sawit swadaya se-Indonesia utamanya masalah status dan legalitas lahan sawit. Sebab tidak ada juga penyelesainnya," ujar Dermawan Harry Oetomo yang merupakan salah satu pengurus DPP Apkasindo dan juga petani kelapa sawit di Jambi, Senin (27/4).

Menurutnya, pemerintah paparkan peta evaluasi lahan sawit yang bersifat kemandirian agar ada kepastian hukum. Dengan begitu petani lebih tenang.

Berkaca dari masalah saat ini, dimana lahan milik petani eks-transmigtasi yang jelas lahannya sudah SHM sejak zaman Soeharto, justru masuk dalam penunjukan kawasan hutan. Alhasil petani kesulitan untuk mengikuti program PSR. Petani juga tidak tenang dalam merawat kebun kelapa sawitnya meski harga sawit dibeli lumayan tinggi. 

"Saat ini petani swadaya masih gundah gula, bukan hanya di Jambi tapi seluruh Indonesia," pungkasnya.

Berikut harga TBS kelapa sawit Jambi hingga akhir April mendatang ;

Umur 3 tahun: Rp3.014.23/kg
Umur 4 tahun: Rp3.244.41/kg
Umur 5 tahun: Rp3.391.68/kg
Umur 6 tahun: Rp3.531.81/kg
Umur 7 tahun: Rp3.620.61/kg
Umur 8 tahun: Rp3.699.93/kg
Umur 9 tahun: Rp3.771.30/kg
Umur 10–20 tahun: Rp3.894.43/kg
Umur 21–24 tahun: Rp3.782.06/kg
Umur 25 tahun: Rp3.617.35/kg