Jakarta, elaeis.co – Harga minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) yang ditetapkan PT Kharisma Pemasaran Bersama Nusantara (KPBN) tercatat melemah tipis pada perdagangan Rabu (6/5), seiring tekanan tajam di pasar global, khususnya Bursa Malaysia Derivatives yang turun hampir 3%.
Harga CPO Franco Dumai ditetapkan sebesar Rp15.575 per kilogram, turun Rp50 dibandingkan posisi sehari sebelumnya di Rp15.625 per kilogram. Penurunan juga terlihat di beberapa titik penjualan lainnya dengan pergerakan harga yang bervariasi.
CPO Loco Parindu dibuka di level Rp15.222 per kilogram, namun mengalami withdraw (WD) dengan penawaran tertinggi Rp15.062 per kilogram. Sementara itu, CPO Loco Kembayan tercatat Rp15.125 per kilogram dan Loco Ngabang berada di Rp15.225 per kilogram.
Untuk produk turunan, crude palm kernel oil (CPKO) juga menunjukkan pelemahan. CPKO Franco Belawan tercatat Rp33.329 per kilogram, namun WD dengan penawaran tertinggi Rp32.825 per kilogram. Adapun CPKO Loco Sei Mangkei berada di Rp33.227 per kilogram dengan status serupa, yakni withdraw di level Rp32.545 per kilogram.
Tekanan harga di pasar domestik sejalan dengan pelemahan di pasar global. Di Bursa Malaysia Derivatives, kontrak acuan CPO untuk pengiriman Juli 2026 turun RM133 per ton atau 2,82% menjadi RM4.577 per ton metrik.
Pelemahan tersebut dipicu penurunan harga minyak mentah dunia yang menyentuh level terendah dalam dua pekan terakhir, dipengaruhi sentimen geopolitik serta potensi peningkatan pasokan global.
Kondisi ini turut menekan prospek permintaan biodiesel berbasis sawit, karena turunnya harga minyak mentah mengurangi daya saing CPO sebagai bahan bakar alternatif.
Selain itu, harga minyak kedelai (soyoil) di Chicago Board of Trade (CBOT) juga turun 2,39%, memberikan tekanan tambahan pada pasar minyak nabati global yang saling berkaitan.
Meski demikian, pergerakan berbeda terjadi di pasar Asia lainnya. Di Dalian Commodity Exchange, harga minyak kedelai naik 0,78% dan kontrak minyak sawit menguat tipis 0,37%, mencerminkan adanya faktor regional yang masih menopang pasar.
Pelaku pasar kini mencermati arah harga energi global, pergerakan minyak nabati pesaing, serta fluktuasi nilai tukar yang diperkirakan tetap menjadi penentu utama arah harga CPO ke depan.
Harga CPO Turun Tipis ke Rp15.575/Kg, Bursa Malaysia Ambruk Hampir 3%
Diskusi pembaca untuk berita ini