Padang, elaeis.co - Harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit yang belakangan terus membaik di Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) tidak dinikmati oleh seluruh petani sawit di daerah ini.

Menurut Ketua Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit (Gapki) Sumbar, Bambang Wiguritno, yang paling diuntungkan oleh perbaikan harga TBS itu adalah petani yang bermitra dengan pabrik kelapa sawit (PKS) atau perusahaan perkebunan kelapa sawit secara umum, bukan petani swadaya.

"Disparitas harga penjualan TBS antara petani swadaya dengan bermitra lumayan jauh, lho," kata Bambang kepada elaeis.co melalui sambungan telepon, Rabu (22/2).

"Bisa mencapai Rp500," kata Bambang, sambil menambahkan untuk penentuan harga TBS memiliki hitung-hitungan sendiri.

Diinformasikan Bambang, untuk kondisi terakhir harga TBS mencapai Rp2.716.80/kg, yang merupakan harga hasil penetapan Tim  di Sumbar, yaitu harga TBS kelapa sawit yang bermitra dengan perusahaan. "Sebuah angka penjualan yang lumayan baik," sebutnya lagi.

Sepanjang pantauannya, menurut Bambang, di Sumbar yang paling dominan justru petani sawit swadaya, yang tersebar di sejumlah kabupaten seperti Pesisir Selatan, Dharmasraya, Solok Selatan, dan Pasaman Barat.