"Sekarang memang sedang musim trek atau jarang berbuah, ditambah lagi mobil tidak bisa menjangkau lokasi karena jalan berlumpur dan licin," ungkapnya.
Menurutnya, penurunan pasokan TBS sawit di wilayah Bengkulu mencapai 50 persen.
"Biasanya petani bisa menghasilkan 1 ton TBS dalam satu hektare, kalau sekarang palingan hanya 500 hingga 600 kilogram saja," katanya.
Penurunan produksi menyebabkan harga TBS sawit terus mengalami peningkatan dalam beberapa hari terakhir.
"Tertinggi sudah menyentuh harga Rp 2.180/kg. Beberapa hari kemarin naik terus setiap hari," sebutnya.
Hujan dan Trek Menyebabkan Harga TBS Naik
Diskusi pembaca untuk berita ini