"Jika sterilisasi dihilangkan dan diganti dengan dry-process, minyak sawit akan lebih aman dan sehat. Kandungan yang bermanfaat dari minyak sawit terjaga sehingga menjadi nilai tambah," sebutnya.
Selain jadi minyak goreng dan bahan bakar alternatif, CPO juga dapat dikembangkan menjadi produk lainnya seperti kosmetik, parfum, detergen, cat, bahkan produk di bidang farmasi.
“Makin dikembangkan teknologi, inovasi produk, dan aplikasinya, nilai tambah sawit naik hingga enam kali lipat. Masih banyak potensi yang belum digarap dan digali dari sawit mulai dari hulu hingga ke hilir. Kami berharap UI dapat bersama-sama menjadi corong dari riset-riset sawit di Indonesia,” tukasnya.
Tawaran itu langsung disambut. FMIPA UI dan PT NGE lantas menyepakati kerja sama mengembangkan green energy berbasis sawit. Riset-riset dan inovasi akan dikembangkan untuk meningkatkan nilai tambah minyak sawit.
“Indonesia adalah eksportir sawit terbesar dunia. Sungguh disayangkan jika riset sawit kebanyakan justru datang dari luar negeri seperti Malaysia dan Perancis. Inilah waktu kita. Let’s bring this world to fit the world!” kata Wakil Dirut PT NGE, Petrus Chandra.
Indonesia Produsen Sawit Terbesar, tapi Royalti Riset dan Hak Paten Milik Asing
Diskusi pembaca untuk berita ini