Jakarta, elaeis.co - Kementerian Perdagangan (Kemendag) menegaskan bahwa industri kelapa sawit (crude palm oil/CPO) menjadi motor penggerak perekonomian Indonesia.
Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (Dirjen PEN) Kemendag Fajarini Puntodewi mengatakan, kelapa sawit menjadi komoditas kedua setelah batu bara dalam menyumbang pertumbuhan ekonomi yang signifikan.
"Menurut saya pribadi, CPO ini engine-nya pertumbuhan ekonomi Indonesia. Sangat penting,” katanya dalam pernyataan resmi dikutip Jumat (25/4).
Menurutnya, Indonesia merupakan produsen kelapa sawit terbesar di dunia dengan jumlah produksi mencapai 47 juta metrik ton. Angka ini lebih besar dibandingkan Malaysia dengan produksi 19 juta ton dan Thailand sebanyak 3,45 juta ton.
Merujuk data Badan Pusat Statistik (BPS), luas lahan perkebunan sawit Indonesia pada 2023 mencapai 15,43 juta hektare, atau hampir tiga kali lipat dibandingkan Malaysia yang seluas 5,65 juta hektare.
“Kalau perekonomian kita nggak tumbuh, tentu kolaps kita. Nah, yang men-drive ekonomi supaya tumbuh kan aktivitas, kegiatan investasi dan juga ekspor. Ini semuanya ada di CPO,” ujarnya.
Dia bahkan mengibaratkan industri sawit layaknya deru napas bagi Indonesia. Pasalnya, dia memandang perekonomian Indonesia salah satunya didorong oleh kegiatan ekspor kelapa sawit.
Berdasarkan data Kemendag, rata-rata kontribusi nilai ekspor komoditas minyak kelapa sawit terhadap total nilai ekspor kelompok komoditas industri makanan mencapai 61,87% pada 2019–2023. Adapun, devisa yang dihasilkan dari sawit dalam lima tahun terakhir berada di kisaran US$ 22 miliar–US$ 39 miliar.
Selain itu, kontribusi sawit terhadap produk domestik bruto (PDB) Indonesia diestimasikan berkisar antara 2,5%—4,5%. Dari sisi tenaga kerja, industri kelapa sawit juga telah menyerap 16,2 juta tenaga kerja baik langsung maupun tidak langsung pada 2022.
“Industri kelapa sawit benar-benar mutiara hitam kita yang memang kita harus jaga,” ujarnya.
Dia mengungkap, industri kelapa sawit dalam negeri tetap harus dijaga agar tetap berkelanjutan untuk mendukung perekonomian di masa mendatang.
“Kita jaga bagaimana supaya ini terus berlanjut dan memang menjadi aset kita yang mendukung kehidupan kita, mendukung perekonomian kita,” pungkasnya.
Industri Sawit Jadi Mesin Ekonomi Indonesia
Diskusi pembaca untuk berita ini