Jakarta, elaeis.co - Beberapa waktu lalu minyak goreng bersubsidi Minyakkita sempat langka di pasaran. Akibatnya pemerintah kembali meningkatkan DMO ekspor CPO hingga 50%.
Langkah ini dilakukan guna memenuhi kebutuhan minyak goreng yang dikeluarkan oleh Kementerian Perdagangan tadi.
Langkah itu tentu mendapat dukungan dari sejumlah pihak. Namun tidak sedikit juga yang mempertanyakan dampak positif kebijakan yang telah dilakukan sejak awal Februari 2023 lali itu.
Sulaiman H Andi Loeloe kepada elaeis.co mengatakan, konsumsi Minyakkita tersebut memang mengalami peningkatan. Karena bukan hanya kalangan masyarakat ekonomi menengah ke bawah saja yang mengkonsumsinya, namun para kaum berada juga ikut menggunakan minyak itu untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
"Minyak itu kualitasnya bagus, harganya juga lebih terjangkau karena peruntukannya untuk masyarakat menengah ke bawah. Sementara minyak premium justru tidak menjadi pilihan masyarakat karena harganya yang lumayan tinggi," kata Sekjen Sekretaris Jenderal APKASINDO Perjuangan tersebut, Rabu (22/2).
Sulaiman yang juga tergabung dalam Tim Koordinator Inflasi Komoditi Sulawesi Selatan (Sulsel) mengatakan dengan kondisi itu otomatis jatah untuk masyarakat yang seharusnya menerima jadi berkurang. Sehingga terjadilah kelangkaan tersebut.
Menurut Sulaiman, pemerintah seharusnya juga mengawasi pendistribusian secara ketat. Salah satunya yakni menambah jumlah sub distributor yang hadir langsung di pasar-pasar.
"Jadi ada pelaksana langsung di tengah pasar, sehingga jumlah jual beli bisa dikendalikan. Ini cara untuk menghindari penimbunan oleh oknum yang tak bertanggung jawab. Sebab akan jelas pada saat audit dilakukan," katanya.
Sebab dari pengalamannya, banyak pengusaha yang memiliki duit justru memborong produk tersebut untuk kembali dilepaskan ke pasar saat harga sudah tinggi.
"Jika sub distributor tadi ada, maka DMO akan berjalan dengan baik. Sebab memang terjadi peningkatan konsumsi di kalangan masyarakat," tutupnya.
Ini Langkah Pemerintah Jika Tak Ingin Minyak Goreng Langka
Diskusi pembaca untuk berita ini