Banda Aceh, elaeis.co - Dibanding periode 23 Mei lalu, harga tandan buah segar (TBS) per kilogram produksi petani sawit swadaya di Kabupaten Nagan Raya, Provinsi Aceh, memang mengalami kenaikan pada periode 30 Mei.

Walau sudah naik, namun harga TBS di kabuoaten itu justru masih di bawah level Rp 2.000. Dan dari dulu harga TBS di Nagan Raya paling rendah dibandingan kabupaten lainnya," kata Fadhli Ali kepada elaeis.co, Selasa (31/5/2022) pagi.

Fadhli Ali adalah seorang petani sawit swadaya dan saat ini dipercaya menjadi Sekretaris Wilayah DPW Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) Provinsi Aceh.

Ia menyebutkan, ada atau tidak ada gonjang-ganjing kebijakan pemerintah pusat yang berimbas ke subsektor perkebunan kelapa sawit, harga TBS petani di Nagan Raya selalu rendah.

"Sebelum ada kebijakan larangan ekspor produk turunan sawit, harga TBS produk petani meroket mendekati ke level Rp  3.000-an. Tapi di Nagan Raya masih berkutat di kisaran Rp 2.100 sampai Rp 2.400 per kilogram," kata Fadhli.

Kata dia, demi keadilan dan perlindungan harga bagi para petani sawit di Nagan Raya, Pemerintah Provinsi Aceh harus mengambil langkah dan tindakan untuk mengatasinya.

Apalagi saat ini ia melihat perbedaan yang sangat jauh antara harga TBS di sejumlah sentra sawit di Aceh, terutama antara kawasan pesisir, utara, dan barat selatan (Barsela).

Ia mencatat, minimal perbedaan harga TBS petani swadaya di antara ketiga daerah itu mencapai Rp 700/kg.

Ia menilai hal ini sangat timpang, tidak adil bagi petani sawit di kawasan Barsela, termasuk Nagan Raya.

"Ketimpangan harga ini bukan hanya terjadi sekarang atau hari ini. Ini sudah keterlaluan, harga TBS di Nagan Raya terlalu rendah, dan itu sudah sejak lama terjadi. Ketimpangan ini harus dihentikan," kata Fadhli.

Apalagi, kata dia, seharusnya sejak keluarnya Peraturan Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri (Perdaglu) yang terbaru yang mengatur proses ekspor produk turunan minyak sawit, harga TBS petani jadi lebih terangkat.

"Karena sudah jelas di situ ada petunjuk teknis tentang pelaksanaan ekspor. Dan jika ekspor sudah boleh dilakukan, maka seharusnya juga harga TBS di berbagai daerah, termasuk di Nagan Raya, terdongkrak naik, bukan sekadar naik merayap, tapi terdongkrak  naik sehingga berpengaruh positif ke kesejahteraan petani sawit," tegas Fadhli Ali.