Pekanbaru, elaeis.co - Jajaran pemegang saham PT Perkebunan Nusantara V (PTPN V) menempatkan Direktur Jenderal Perkebunan (Dirjenbun) Kementerian Pertanian, Andi Nur Alamsyah sebagai komisaris PT Perkebunan Nusantara V. 

Penunjukan Andi sebagai komisaris di anak perusahaan Holding Perkebunan Nusantara disambut baik oleh petani kelapa sawit. Tak hanya petani mitra binaan PTPN V saja, tetapi juga Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (APKASINDO). 

"Dengan masuknya Pak Dirjen dalam jajaran komisaris PTPN V, tentu ini menjadi formasi baru untuk memperkuat komitmen yang sudah ada selama ini dari PTPN V," kata Ketua Umum APKASINDO, Dr Gulat Medali Emas Manurung, Senin (30/1). 

"Kita ketahui PTPN V itu mempunyai kecirian khusus, di mana dari semua PTPN, yang terbanyak plasma itu PTPN V. Kita ketahui selama ini banyak plasma PTPN V yang memisahkan diri akibat habis masa kontrak satu daur dan sebagian tidak melanjutkan tapi sebagian besar juga melanjutkan. Tentu ini menjadi warna tersendiri bagi seorang Andi Nur Alamsyah sebagai Dirjen masuk sebagai komisaris di PTPN V," tambahnya. 

Gulat mengatakan, dengan kehadiran Dirjenbun, PTPN V sebagai perusahaan perkebunan milik negara terbesar itu menjadi lebih baik lagi. 

"Terkhusus kepada Pak Dirjen, tentu akan lebih mengetahui roh permasalahan apa yang sebenarnya terjadi di industri sawit. Pak Dirjen ini kan sudah lama di Dirjenbun, tetapi kan dia lebih cenderung di bagian mekanisasi. Dengan masuk ke PTPN V, dia akan menyelami secara langsung persoalan yang hakiki di tengah petani sawit," kata Gulat. 

Gulat mengakui, bahwa persoalan yang dihadapi petani binaan PTPN V dengan petani swadaya berbeda. Akan tetapi, setidaknya Dirjen bisa menjadikan persoalan yang dihadapi petani binaan PTPN V sebagai contoh untuk penyelesaian persoalan petani swadaya di Indonesia, yang jumlahnya sangat besar. 

"Pak Dirjen juga harus melihat bahwa permasalahan petani, terkhusus plasma dengan petani swadaya Itu memang agak berbeda. Pendekatan petani plasma sedikit lebih mudah dalam mencari resolusi permasalahannya," kata dia.  

"Mudah-mudahan dengan kehadiran di jajaran komisaris PTP 5 dapat menjadi miniatur persoalan yang ada saat ini. Semoga Pak Dirjen semakin bisa melihat persoalan secara global tanpa harus membeda-bedakan petani swadaya dan petani bermitra dalam hal pendampingan petani sawit," pungkasnya.