Kalbar, elaeis.co - Sekretaris DPD APKASINDO Sanggau, Mahathir Muhammad, mengatakan bahwa saat ini kebakaran lahan khususnya di kebun kelapa sawit sudah jarang terjadi. Hal ini lantaran petani sudah mengerti pentingnya menjaga kebunnya agar bencana itu tidak terjadi.

"Memang sudah jarang terjadi. Hanya tempat-tempat tertentu saja. Seperti di wilayah yang petaninya masih berladang," ujarnya kepada elaeis.co, Rabu (15/2).

Selain pemahaman petani semakin meningkat, binaan dari segenap instansi terkait juga masih terus dilakukan. Meski ada namun tidak seperti sebelumnya.

"Kalau ada titik api saat ini langsung kelihatan. Petani dan petugas terus berkoordinasi untuk menjaga agar kebakaran lahan itu tidak terjadi.

Hal serupa juga di sampaikan Kapolda Kalimantan Barat, Irjen Pol Suryanbodo Asmoro beberapa waktu lalu. Dikatakannya pihaknya menangani 224 laporan dan penegakan hukum kebakaran hutan dan lahan sepanjang 2019-2022 lali.

"Dari laporan itu ada 226 tersangka dimana penyelesaian kasus sebanyak 209," bebernya.

Menurutnya bencana itu akan semakin menurun jika program Desa Mandiri terus dilakukan dimana ini juga menjamin percepatan kemajuan dan kemandirian desa tersebut. Artinya kesadaran hukum masyarakat akan semakin meningkat. Sehingga perekonomian juga semakin bagus.

Secara nasional kasus kebakaran hutan dan lahan menurun 42,9 % dibanding tahun sebelumnya. Kendati begitu tahun 2023 ini, Badan Meteorologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi musim kemarau akan lebih kering jika dibandingkan dengan tahun 2022. Sehingga memungkinkan terjadi El Nino yang bisa meningkatkan Karhutla seperti yang terjadi di tahun 2019.

Tentu diharapakan petani masyarakat dan instansi terkait selalu meningkatkan kewaspadaan dan bersama-sama menanggulangi bencana karhutla tersebut.