Banda Aceh, elaeis.co - Untuk menghasilkan dokumen kebutuhan standar nasisonal Indonesia (SNI) spesifik lokasi yang disesuaikan dengan kebutuhan pengguna/pelaku utama/pelaku usaha, Balai Penerapan Standar Instrumen Pertanian (BPSIP) Aceh yang merupakan lembaga vertikal di bawah Badan Standardisasi Instrumen Pertanian (BSIP) Kementerian Pertanian melakukan inventarisir dan identifikasi kebutuhan standar komoditas padi.
Pelaksanaan identifikasi diawali koordinasi dengan Dinas Pertanian Kabupaten Aceh Tengah dan Dinas Pertanian Kabupaten Aceh Utara. Koordinasi dilakukan dalam bentuk diskusi dan sharing informasi terkait kendala dan kebutuhan petani padi di lokasi. Hal ini bertujuan untuk melengkapi data dan informasi awal dalam penyusunan dokumen kebutuhan rancangan standar komoditas padi spesifik lokasi.
Penanggungjawab kegiatan inventarisir dan identifikasi, Eka Fitria MSi menyampaikan, perolehan data dan informasi lanjutan akan disebarkan melalui kuesioner dengan responden terdiri dari petani dan penangkar, serta penyuluh lapangan dan beberapa dari dinas terkait. "Inventarisasi dan identifikasi standar padi spesifik lokasi ini diharapkan dapat meningkatkan nilai tambah dan daya saing padi," jelasnya dalam keterangan resmi dikutip Senin (16/12).
Kepala Dinas Pertanian Aceh Tengah yang diwakili oleh Anwar selaku staf Prasarana Sarana Pertanian menyampaikan, kondisi padi saat ini baru selesai dipanen. Sumber air untuk mengairi sawah tersebar pada 4 kecamatan di Aceh Tengah. Yaitu Kecamatan Bintang, Kecamatan Jagong, Kecamatan Pegasing, dan Kecamatan Lut Tawar.
"Potensi luas sawah tadah hujan yang dapat dialiri air adalah 135 ha. Harapannya adalah pemanfaatan lahan sawah dengan meningkatkan indek pertanaman (IP) padi. Varietas yang paling banyak digunakan adalah varietas lokal," sebutnya.
Erwandi MSi selaku Kepala Dinas Pertanian Aceh Utara juga menyebutkan potensi luas areal tanam padi gogo di daerah tersebut seluas 3.777 ha. Untuk mengoptimalkan penanaman padi gogo, dilakukan metode tumpang sisip (tusip) pada lahan sawit.
"Varietas yang digunakan oleh petani saat ini adalah Inpari 32. Semoga ke depan kami bisa mendapatkan bantuan benih padi gogo, sehingga nantinya bisa diperbanyak oleh petani penangkar,” ujarnya.
Kembangkan Potensi Lahan, Dibutuhkan Lebih Banyak Benih Padi Gogo
Diskusi pembaca untuk berita ini