Sekayu, elaeis.co - Musi Banyuasin (muba) menjadi kabupaten pertama di Sumatera Selatan bahkan di Indonesia yang melakukan pelatihan dan penempatan tenaga pemanen sawit bersertifikasi Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).

Program ini diluncurkan secara resmi oleh Pj Bupati Muba H Apriyadi Mahmud didampingi Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Muba H Mursalin dan disaksikan Presiden Direktur PT Hindoli Cargil Anton Bagus Asmara, dan Ketua Komite LSP Migrant Workers Kelapa Sawit Dr Saptarining Wulan.

Pembukaan pelatihan dan penempatan Tenaga Pemanen bersertifikasi BNSP ini ditandai dengan pemasangan rompi kepada peserta dan diikuti sangat antusias oleh 20 orang peserta di BLK Sekayu.

Apriyadi Mahmud mengatakan, progran ini adalah salah satu upaya Pemkab Muba menekan angka kemiskinan dan mengurangi pengangguran.

"Inovasi ini untuk menciptakan tenaga kerja lokal yang profesional, mengurangi kemiskinan dan pengangguran, serta menyiapkan SDM yang unggul berkualitas dan berdaya saing," jelasnya dalam keterangan resmi beberapa hari lalu.

Dia menyampaikan apresiasi kepada sejumlah pihak yang mendukung kebijakan Pemkab Muba menyediakan tenaga kerja siap pakai. Apresiasi ini diberikan kepada lembaga sertifikasi profesi (LSP) kelapa sawit dan PT. Hindoli a Cargill yang telah mempercayai muba vocational center (MVC) sebagai pelaksana kegiatan ini. 

"Atas nama masyarakat dan Pemkab Muba saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak atas terselenggaranya pelatihan dan sertifikasi tenaga kerja pemanen sawit ini. Seperti diketahui, industri perkebunan kelapa sawit sesungguhnya tidak bisa dilepaskan dengan pengembangan SDM dan teknologi," ujarnya. 

Apriyadi menambahkan Kabupaten Muba sebagai salah satu daerah penghasil kelapa sawit terbesar di Sumatra Selatan perlu mengelola sumber daya alam (SDA) dengan menyediakan SDM yang terampil dan berkualitas. 

"Alhamdulillah, Muba merupakan pelopor pertama di Sumatera Selatan dalam bidang sertifikasi untuk tenaga pemanen sawit yang dilaksanakan atas kerjasama antara MVC dengan PT. Hindoli a Cargill, Gapki, LSP Kelapa Sawit (BNSP), dan perusahaan perkebunan sawit di Muba," katanya. 

Dia juga berharap kegiatan ini dapat dilaksanakan secara berkesinambungan oleh semua pihak terutama perusahaan-perusahaan yang beroperasi di wilayah Muba. Dirinya mempersilahkan kepada perusahaan-perusahaan untuk memanfaatkan fasilitas pelatihan melalui MVC.

"Semoga makin banyak lagi perusahaan-perusahaan yang memanfaatkan fasilitas pelatihan melalui MCV dengan bersinergi bersama Pemkab Muba," tandasnya.

Sementara itu, Anton Bagus Asmara mengatakan bahwa program yang dilakukan Pemkab Muba sangat positif karena bisa membantu para pekerja dan perusahaan-perusahaan yang ada di Muba.

Saptarining Wulan juga sangat mengapresiasi program terobosan yang dilakukan Pj Bupati Muba berserta jajaran. 

"Muba pelopor sertifikasi tenaga pemanen BNSP dan kabupaten pertama di Indonesia. Dan jika pelaksanaan ini sukses, maka Muba akan menjadi role model di seluruh Indonesia," pungkasnya.