Jakarta, elaeis.co - Ketua Umum Aspek-PIR, Setiyono, mengatakan rencana surat tanda daftar usaha perkebunan untuk budidaya (STD-B) dan Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO) yang dibiayai BPDPKS telah lama ditunggu petani kelapa sawit.
"Baik itu petani plasma, maupun petani swadaya," ujar Setiyono. "Langkah ini sangat tepat dan bagus sekali," tambahnya.
Setiyono mengatakan itu untuk menanggapi pernyataan Dirjenbun Andi Nur Alam Syah yang mengatakan pihaknya tengah menggodok regulasi mengenai keberlanjutan kelapa sawit Indonesia. Salah satunya yakni rancangan Perpres terkait STD-B dan ISPO.
Dalam Perpres itu, menurut Andi Nur, nantinya akan diatur bahwa STD-B dan ISPO akan dibiayai oleh BPDPKS.
"Kalau memang itu rencananya, tentu sangat bagus sekali jika terealisasi. Karena negara lain memang seperti itu, yaitu pengurusan STD-B dan ISPO dibiayai pemerintah," terangnya, Minggu (24/9).
Ditanya apakah penyalurannya akan tepat sasaran, Setiyono yakin akan tepat sasaran. Sebab akan disalurkan bagi petani yang melakukan pengurusan atau pengusulan.
"Tentu ini sangat membantu petani, bahkan berpotensi akan meningkatkan minat petani melengkapi kebutuhan kebunnya," paparnya.
Setiyono berharap, khususnya bagi petani swadaya, untuk membentuk kelembagaan agar menikmati beragam kemudahan program yang dihadirkan pemerintah. Sampai dengan harga penetapan yang juga dapat diterima petani.
"Kalau petani Aspek-PIR aman, karena memang sudah bermitra dan berkembang. Jadi petani swadaya yang harus mendapat dukungan dan dorongan," pungkasnya.
Ketum Aspek-PIR Sebut STD-B dan ISPO yang Dibiayai BPDPKS Sudah Lama Ditunggu Petani Sawit
Diskusi pembaca untuk berita ini