Tapak Tuan, elaeis.co – Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan, Provinsi Aceh, berhasil menurunkan angka kemiskinan ekstrem dan mendapat pengakuan dari pemerintah pusat.
Hal itu diketahui berdasarkan surat dari Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan RI nomor B-464/11/D-I/KPS.01.00/02/2024 Perihal Pemberitahuan Hasil Perhitungan Estimasi Angka Kemiskinan Ekstrem Tingkat Kabupaten/Kota Tahun 2023 yang ditandatangani oleh Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kesejahteraan Sosial Selaku Ketua Satgas Pengelola Data P3KE Kemenko PMK, Prof Dr Nunung Nuryartono.
Dalam surat itu disebutkan bahwa tingkat kemiskinan ekstrem Kabupaten Aceh Selatan pada tahun 2023 sebesar 0,88 persen dengan jumlah penduduk miskin ekstrem sebanyak 2.107 jiwa. Tahun sebelumnya sebesar 0,94 persen dengan jumlah penduduk miskin ekstrem sebanyak 2.330 jiwa.
“Tingkat kemiskinan ekstrem Kabupaten Aceh Selatan mengalami penurunan sebesar 0,06 persen jika dibandingkan dengan tahun 2022,” kata Penjabat (Pj) Bupati Aceh Selatan Cut Syazalisma dalam keterangan resmi Prokopim Aceh Selatan dikutip Sabtu (20/4).
Cut mengapresiasi semua usaha instansi khususnya yang berhubungan langsung dengan upaya penurunan kemiskinan ekstrem. Dia juga mengapresiasi Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Daerah Kabupaten Aceh Selatan, serta semua stakeholder lainnya yang secara serius dan sungguh-sungguh mewujudkan kesejahteraan yang lebih baik.
“Khusus kepada Bappeda sebagai OPD perencanaan yang telah mampu mengawal perencanaan pembangunan daerah agar on the track dalam upaya pencapaian tujuan pembangunan daerah, kami ucapkan terima kasih. Semoga Aceh Selatan menjadi lebih sejahtera pada masa akan datang,” ucapnya.
Sementara itu, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Aceh Selatan, Masrizal mengatakan bahwa penurunan tingkat kemiskinan ekstrem di Kabupaten Aceh Selatan, tidak terlepas dari kebijakan pemerintah daerah untuk menyelesaikan permasalahan tersebut melalui tiga strategi utama.
Masrizal mengatakan untuk melaksanakan Inpres nomor 4 tahun 2022, Pemkab Aceh Selatan telah melakukan berbagai upaya melalui tiga strategi penghapusan kemiskinan ekstrem yakni yang pertama dengan cara menurunkan beban pengeluaran masyarakat.
“Strategi ini dijabarkan melalui beberapa program yang tersebar pada beberapa OPD, diantaranya melalui pemberian bansos, insentif fakir dan miskin pada OPD Baitul Mal Kabupaten, bantuan beasiswa kepada mahasiswa berprestasi yang orang tuanya miskin. Kesemuanya bersumber dari APBK Aceh Selatan tahun 2023,” ujarnya.
Strategi kedua yang diterapkan di Aceh Selatan yakni upaya meningkatkan pendapatan masyarakat miskin dan miskin ekstrem. Dikatakan Masrizal, cara itu ditempuh dengan cara pemberian modal usaha diutamakan kepada kepala keluarga perempuan miskin yang sudah punya cikal usaha seperti berjualan, menjahit, padagang pasar, usaha penggorengan dan lainnya.
"Ada juga pembangunan fasilitas jalan perkebunan untuk memudahkan petani memindahkan dan menjual hasil panen kopi, sawit, dan lainnya ke pasar-pasar terdekat," ungkapnya.
Kemudian strategi ketiga dengan mengurangi kantong-kantong kemiskinan. "Caranya dengan membangun dan atau merehabilitasi rumah-rumah masyarakat tidak layak huni, membangun fasilitas sanitasi pada daerah-daerah yang terdapat banyak warga miskin dan ini sekaligus menurunkan angka stunting di Kabupaten Aceh Selatan,” pungkasnya.
Lewat Upaya ini, Angka Kemiskinan Ekstrem di Aceh Selatan Terus Turun
Diskusi pembaca untuk berita ini