Jakarta, Elaeis.co - Empat mahasiswa jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Brawijaya (UB) menciptakan Aprocastile Soap, yakni sabun organik dari minyak sawit. Sabun tersebut berbahan dasar Palm Fatty Acid Distillate (PFAD) yang merupakan produk samping dari pengelolaan Crude Palm Oil (CPO).
Ketua Tim, Callista, mengklaim sabun organik tersebut aman bagi kulit maupun bagi lingkungan. Selama ini, timnya melihat, banyak sabun yang dijual di pasaran sebagian besar mengandung bahan-bahan kimia seperti SLS (Sodium Lauryl Sulfate).
Kandungan SLS inilah yang sering cenderung membuat iritasi dan kering pada kulit. Belum lagi limbahnya yang dapat mencemari lingkungan. “Kami memutuskan untuk membuat sabun karena di masa pandemi ini jumlah permintaan sabun meningkat,” ujarnya dikutip GenPI.co.
Aprocastile Soap, katanya, mengedepankan kualitas dan mutu yang baik sesuai dengan Standar Nasional Indonesia (SNI).
Callista menyebut menambahkan minyak atsiri kemangi ke sabun tersebut. Selain menambah aroma, juga memiliki daya antivirus serta antibakteri pada kulit secara efektif.
Sabun Aprocastile Soap buatan mereka juga mengandung gliserin dan cocoDEA yang dapat melembutkan dan melembabkan kulit, meratakan tekstur kulit seperti luka atau bopeng, serta mencegah timbulnya garis-garis halus.
Yang paling penting, katanya, Aprocastile Soap ini berbasis bahan alami dan komposisi bahan kimia sangat sedikit sehingga aman digunakan untuk semua jenis kulit.
"Kami mencoba memberikan produk sabun organik yang berkualitas, aman, ramah lingkungan, dengan harga yang terjangkau bagi masyarakat," katanya.
"Semoga bisnis Aprocastile Soap ini dapat berkembang baik, dan juga dapat mengatasi persoalan limbah bagi pihak industri pemurnian CPO," tutupnya.
Mahasiswa Buat Sabun Sawit Aman untuk Semua Jenis Kulit
Diskusi pembaca untuk berita ini