Rengat, elaeis.co - Langkah penyidik Jampidsus Kejagung mengusut dugaan korupsi yang melibatkan perusahaan perkebunan kelapa sawit PT Duta Palma Grup mendapat dukungan dari masyarakat Kecamatan Batang Gansal, Kabupaten Indragiri Hulu (inhu), Provinsi Riau.

Hal itu terungkap saat Tim Jampidsus Kejagung melakukan rapat bersama forkopimda di Kantor Bupati Inhu membahas perkembangan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) paska penyitaan aset Duta Palma.

Dalam rapat itu, Marwan, Kepala Desa Penyaguhan, Kecamatan Batang Gansal, menyampaikan bahwa situasi masyarakat yang bekerja di areal perusahaan saat ini masih kondusif. "Tidak ada konflik," katanya.

"Kami warga yang tinggal di sekeliling wilayah operasi perusahaan sangat senang dengan turunnya aparat penegak hukum yang sedang bekerja mengusut kerugian negara," katanya

Selain merugikan negara, menurutnya, perusahaan tersebut juga selama ini mengabaikan kewajiban membangun kebun plasma 20 persen dari luasan areal yang dikuasai untuk masyarakat.

"Kami mendukung pengusutan kasus dugaan korupsi, tapi kami juga meminta agar hak masyarakat mendapat kebun plasma dari perusahaan jangan dikesampingkan," ujarnya.

Menanggapi hal tersebut, Saiful, perwakilan Jampidsus Kejagung, mengatakan, jika kebun kelapa sawit plasma itu memang milik masyarakat, tentu akan menjadi pertimbangan bersama. Akan tetapi, katanya, proses hukum kasus dugaan rasuah ini dipastikan akan diteruskan sampai ke persidangan. 

"Kita lihat nanti amar putusan pengadilan apakah barang bukti dirampas untuk negara atau perkara ini bebas. Jika itu yang terjadi, artinya diserahkan kembali seperti semula," jelasnya. 

Tim Jampidsus mengusulkan agar pemerintah daerah membantu menyosialisasikan tindakan penyitaan kepada para pekerja di areal yang disita tersebut. Menurutnya, hasil pemanfaatan perkebunan sawit yang disita tersebut harus masuk ke negara dan harus dipertahankan.

"Itu sebabnya perlu dititipkan untuk menghindari berhentinya pengelolaan aset dan menghindari perubahan serta peralihan aset yang disita," katanya.