Produk ini bahkan bisa bersaing dengan minyak untuk kosmetik internasional, seperti jojoba oil atau almond oil, yang dipasarkan hingga Rp600 ribu per liter.
Darmono menekankan, tingginya harga bukan sekadar strategi jualan, melainkan mencerminkan nilai tambah dan manfaat kesehatan yang ditawarkan.
Dalam praktiknya, VPO bisa digunakan untuk konsumsi sehari-hari maupun sebagai bahan baku kosmetik dan industri pangan.
Kandungan antioksidan dan vitamin E dalam minyak sawit merah jauh lebih tinggi dibandingkan Virgin Coconut Oil (VCO), menjadikannya pilihan premium bagi konsumen yang peduli kesehatan. Meskipun saat ini harga kedua produk sama, nilai gizi dan manfaat Virgin Pamuelin tetap lebih unggul.
Darmono menambahkan, pasar internasional juga mulai melirik VPO sebagai alternatif minyak sehat. Dengan harga Rp300 ribu per liter, pelaku usaha optimistis tetap bisa bersaing, terutama bagi konsumen yang menilai kualitas dan manfaat lebih penting daripada harga semata.
Kesimpulannya, harga minyak sawit merah Rp300 ribu per liter bukan sekadar angka mahal, melainkan refleksi dari kualitas, kandungan nutrisi, dan manfaat kesehatan yang ditawarkan.
Bagi pelaku usaha, angka ini sudah realistis dan wajar, sementara konsumen premium mendapatkan produk bernilai tambah tinggi yang sulit ditandingi oleh minyak nabati lain.
Minyak Sawit Merah Dijual Rp300 Ribu, Pelaku Usaha Wajar Nutrisinya Lengkap
Diskusi pembaca untuk berita ini