Bengkulu, elaeis.co - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Bengkulu menganjurkan kepada para petani sawit di wilayah itu untuk mempertimbangkan pinjaman di bank guna meningkatkan pengembangan usaha kebun sawit mereka. 

Upaya ini datang sebagai respons terhadap berbagai penawaran pinjaman dengan suku bunga yang rendah, mulai dari 6 persen.

Perwakilan OJK Bengkulu, Herwan Achyar, mengungkapkan peluang ini seharusnya tidak dilewatkan begitu saja oleh para petani sawit. 

"Petani sawit jangan ragu mengajukan pinjaman di bank. Suku bunga yang rendah saat ini bisa membantu mendorong perkembangan usaha dan peningkatan produksi di sektor perkebunan," kata Herwan, Kamis (24/8) kemarin.

Kendati demikian, beberapa petani masih merasa ragu terkait langkah ini. Siti Rahayu, seorang petani sawit di Bengkulu, mengaku masih ragu melakukan pinjaman di bank. 

"Saya masih khawatir dengan tanggungan hutang, meskipun suku bunganya rendah. Tapi mungkin ini saat yang tepat untuk dipertimbangan lebih serius," tuturnya.

Salah satu lembaga keuangan di Bengkulu, Bank Rakyat Indonesia, telah aktif menawarkan skema pinjaman khusus untuk sektor perkebunan, terutama sawit. 

Pimpinan BRI Cabang Bengkulu, 
Tunjung Yudho Wahono mengatakan, akan terus mendukung petani sawit di Bengkulu untuk mendapatkan pinjaman dengan suku bunga rendah.

"Kami berkomitmen untuk mendukung petani sawit di Bengkulu. Dengan suku bunga yang lebih rendah, kami berharap dapat berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi daerah," kata Yudho.

Melihat potensi yang dimiliki oleh sektor perkebunan di Bengkulu, pemerintah daerah juga memberikan dukungan terhadap inisiatif ini.

Gubernur Bengkulu, Rohidin Mersyah, menyatakan petani sawit harus memanfaatkan peluang pinjaman dengan suku bunga rendah dengan baik sehingga bisa berdampak positif bagi ekonomi daerah.

"Peningkatan sektor perkebunan akan berdampak positif pada perekonomian daerah kita. Kami akan memastikan bahwa petani-petani kami mendapatkan akses informasi yang tepat mengenai peluang ini," pungkas Rohidin.

Dengan adanya dukungan dari berbagai pihak, diharapkan para petani sawit di Bengkulu akan lebih percaya diri dalam mengambil langkah menuju pengembangan usaha. Seiring dengan suku bunga yang rendah dan dorongan dari OJK serta pemerintah daerah, masa depan sektor perkebunan di Bengkulu semakin menjanjikan.