Bengkulu, Elaeis.co - Pemerintah Kabupaten Mukomuko diingatkan untuk mengalihkan fokus dari penambahan jumlah pabrik kelapa sawit ke arah mendorong hilirisasi industri yang telah ada. Sebab hingga saat ini belum ada pabrik kelapa sawit di daerah ini yang melakukan hilirisasi.
Pengamat Ekonomi dari Universitas Dehasen Bengkulu, Dr. Ansori Tawakal SE MM mengatakan, Kabupaten Mukomuko saat ini menjadi pusat sebagian besar pabrik kelapa sawit di Bengkulu. Namun, ia menyoroti bahwa belum ada langkah konkret yang dilakukan dalam proses hilirisasi Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit menjadi produk yang bernilai tambah, seperti minyak makan merah atau minyak goreng.
"Kebanyakan pabrik kelapa sawit di daerah ini hanya memproses kelapa sawit menjadi Crude Palm Oil (CPO). Padahal, jika dilakukan hilirisasi, CPO dapat diolah menjadi berbagai produk turunan seperti sabun, margarin, dan kosmetik, yang memiliki nilai tambah ekonomi yang jauh lebih tinggi," kata Ansori, Jumat 29 Maret 2024.
Baca Juga: Mukomuko Membutuhkan Penambahan Pabrik Kelapa Sawit
Ansori juga menekankan pentingnya peran pemerintah dalam memberikan insentif dan dukungan kepada industri untuk melakukan hilirisasi. Menurutnya, pemerintah memiliki peran strategis dalam menciptakan regulasi yang mendukung diversifikasi produk serta memberikan insentif fiskal bagi pabrik-pabrik kelapa sawit yang melakukan hilirisasi.
"Saya pikir pemerintah harus memberikan insentif dan dukungan kepada industri untuk melakukan hilirisasi. Karena mereka memiliki peran strategis dalam menciptakan regulasi yang mendukung diversifikasi produk serta memberikan insentif fiskal bagi pabrik-pabrik kelapa sawit yang melakukan hilirisasi," pungkasnya.
Selain itu, Ansori menyarankan agar pemerintah juga fokus pada pengembangan infrastruktur dan peningkatan akses teknologi bagi industri hilirisasi kelapa sawit.
"Investasi dalam pengembangan infrastruktur dan teknologi akan membuka peluang baru bagi industri lokal untuk meningkatkan nilai tambah produk kelapa sawit," tambahnya.
Baca Juga: Harga TBS Kelapa Sawit di Mukomuko Turun, Berbeda dengan Sumbar dan Sumut
Sejauh ini, pembahasan mengenai hilirisasi industri kelapa sawit sudah menjadi salah satu agenda penting dalam rapat-rapat terkait pembangunan ekonomi di Bengkulu termasuk Kabupaten Mukomuko. Di tengah eksistensi industri kelapa sawit yang dominan, pemerintah dan para pemangku kepentingan perlu bekerja sama untuk mengoptimalkan potensi sektor ini dalam menciptakan nilai tambah bagi masyarakat setempat. Hal itu lebih baik dibandingkan melakukan penambahan jumlah pabrik kelapa sawit.
"Kami pikir langkah untuk mengalihkan fokus pembangunan dari penambahan jumlah pabrik ke arah hilirisasi industri kelapa sawit diharapkan dapat menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat Mukomuko, serta meningkatkan daya saing industri kelapa sawit secara global," pungkasnya.
Sementara itu, Bupati Mukomuko, Sapuan menyatakan bahwa pihaknya akan mempertimbangkan saran dari para ahli ekonomi tersebut.
"Kami akan melakukan evaluasi dan kajian lebih lanjut terkait arah kebijakan pembangunan hilirisasi industri kelapa sawit di Mukomuko," tutupnya.
Pemerintah Mukomuko Diingatkan untuk Fokus pada Hilirisasi Kelapa Sawit
Diskusi pembaca untuk berita ini