Bengkulu, elaeis.co - Petani kelapa sawit di Bengkulu kini tengah menggali peluang baru dengan memanfaatkan lahan sawit mereka untuk menanam sayuran hidroponik. Inovasi ini muncul berdasarkan tingginya permintaan pasar akan sayuran di daerah ini.
Menurut Zainal Muktamar, seorang Pengamat Pertanian di Bengkulu, sayuran hidroponik dipilih karena mudah dibudidayakan dan memungkinkan petani sawit dengan lahan terbatas untuk terlibat dalam kegiatan pertanian yang lebih beragam.
"Dengan ukuran lahan yang terbatas, petani sawit bisa membudidayakan sayuran hidroponik ini dengan efisien," ujar Zainal, Senin (4/12).
Selain berfokus pada keberlanjutan lahan, inovasi ini juga membawa keuntungan ekonomis. Ia menjelaskan bahwa hasil penjualan sayuran hidroponik dapat mencapai Rp 4 juta perbulan dari lahan seluas seperempat hektar. Hal ini membuktikan potensi ekonomi yang dapat dihasilkan dari diversifikasi usaha pertanian.
"Kami pernah lakukan uji coba dilahan seluas seperempat hektar, itu bisa menghasilkan keuntungan hingga Rp 4 juta perbulannya," tuturnya.
Selain itu, menurut Zainal, para petani sawit yang telah mengadopsi metode ini melaporkan bahwa mereka tidak hanya mendapatkan penghasilan tambahan, tetapi juga meningkatkan ketahanan pangan lokal.
Inovasi ini memberikan dampak positif tidak hanya pada ekonomi tetapi juga pada aspek keberlanjutan lingkungan.
"Silahkan tanyakan ke petani yang telah mempraktekkan hal ini, kebanyakan dari mereka meraih penghasilan tambahan," tuturnya.
Adanya sinergi antara pertanian sayuran hidroponik dan perkebunan kelapa sawit dapat menciptakan model bisnis yang berkelanjutan dan adaptif terhadap perubahan pasar. Petani dapat terus memanfaatkan lahan sawit mereka secara efisien, sementara masyarakat lokal dapat menikmati pasokan sayuran yang lebih stabil dan berkualitas.
"Sinergi antara sayuran dan kelapa sawit dapat menciptakan model bisnis yang berkelanjutan dan adaptif terhadap perubahan pasar, petani harus mencoba dan membuktikan bahwa adaptasi terhadap perubahan kebutuhan pasar merupakan kunci keberlanjutan bagi sektor pertanian," pungkasnya
Permintaan Tinggi, Petani Kelapa Sawit di Bengkulu Bisa Menggali Peluang Sayuran Hidroponik
Diskusi pembaca untuk berita ini