Jakarta, elaeis.co - PT TBS Energi Utama Tbk (TOBA) tuntas melaksanakan program kepemilikan saham manajemen dan/atau karyawan (MESOP) tahap I yang digelar pada 14-21 Desember 2022 lalu. Laporan hasil pelaksanaan program tersebut disampaikan ke publik, Kamis (5/1).

Direktur Utama TOBA, Dicky Yordan, mengatakan, dari realisasi private placement itu perusahaan mengantongi dana segar Rp 10,8 miliar. "Pada MESOP tahap I terserap 18.307.057 lembar saham pada harga pelaksanaan Rp 590 per lembar," jelasnya melalui keterbukaan informasi perusahaan.

Menurutnya, saham yang terserap di MESOP tahap I itu baru sekitar 22,8 persen dari total opsi yang disediakan. Sebelumnya TOBA menyatakan akan menerbitkan sebanyak-banyaknya 80.499.640 lembar saham pada harga pelaksanaan Rp 590 per saham dalam rangka MESOP.

Apabila terdapat hak opsi yang belum dikonversi pada periode pelaksanaan tahun 2022, maka akan dilepas pada periode pelaksanaan berikutnya.

"Dengan demikian, jumlah opsi yang belum dilaksanakan dan masih berlaku tercatat 62.192.582 lembar saham lagi," sebutnya.

Hingga September 2022 TOBA membukukan pendapatan USD 469,13 juta, meningkat 63,5 persen dari periode sama tahun sebelumnya yang hanya mencapai USD 286,80 juta.

Pendapatan terbesar perusahaan berasal dari penjualan batu bara, yakni senilai USD 429,02 juta. Menyusul dari sektor ketenagalistrikan USD 35,58 juta serta penjualan tandan buah segar (TBS), inti sawit, dan minyak sawit mentah (CPO) sebesar USD 4,48 juta.