Jambi, elaeis.co - Petani kelapa sawit di Kabupaten Merangin, Jambi, kecewa pada pemerintah. Bukannya naik, harga tandan buah segar (TBS) sawit di daerah itu malah makin nyungsep.
Petani sawit yang juga anggota DPD Apkasindo Kabupaten Merangin, Hasanudin, mengaku bingung dan tidak tahu apa penyebab turunnya harga TBS sawit di tingkat petani dalam beberapa hari terakhir.
“Harga TBS terakhir di tingkat petani hari Rabu kemarin di Merangin Rp 1.200/kg sampai Rp 1.250/kg. Beberapa hari lalu harga TBS di tingkat petani sempat mencapai kisaran Rp 1.500/kg," katanya.
"Petani semakin hari semakin menderita, sedang pemerintah sepertinya tenang-tenang saja,"tambahnya.
Menurutnya, dia dan petani sawit lain di daerah itu meragukan komitmen pemerintah terhadap petani maupun industri sawit secara umum.
“Pemerintah saat ini tak punya hati. Itulah penilaian kami petani sawit terhadap pemerintah yang berkuasa sekarang,” ujarnya.
Ia melanjutkan, rendahnya harga TBS saat ini bukan disebabkan oleh lesunya pasar dunia melainkan murni disebabkan oleh kebijakan pemerintah yang tidak dipikirkan secara matang.
“Kebijakan larangan ekspor CPO dan turunannya bulan lalu berbuntut menyengsarakan seluruh petani sawit se-Indonesia. Kalau memang sudah tak mampu mengurus negeri ini, mundur saja, masih
banyak yang mampu dan berpihak kepada masyarakat kecil dan bukan hanya slogan
saja,” tandasnya.
Para petani sawit bersama pengurus DPD Apkasindo Merangin sedang merencanakan demontrasi memprotes harga sawit dalam waktu dekat ini.
"Semua petani sawit akan turun ikut aksi demo menuntut pemerintah agar segera memulihkan harga sawit, pusat konsentrasi di depan Kantor Bupati Merangin,” ucapnya.
Petani ini Minta Pejabat yang Tak Sanggup Urus Sawit Mundur
Diskusi pembaca untuk berita ini