Bengkulu, elaeis.co - Petani kelapa sawit di Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu, pada tahun 2024 ini sudah memanfaatkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebagai upaya untuk meningkatkan produktivitas tanaman sawit. Menurut data terbaru, sebanyak 494 petani sawit di daerah ini telah memanfaatkan KUR dengan total dana mencapai Rp 46,8 miliar.
Kepala Kantor Perwakilan Kementerian Keuangan Provinsi Bengkulu, Bayu Andy Prasetya mengatakan, ada 494 orang petani sawit di Kabupaten Mukomuko Provinsi Bengkulu yang telah mengajukan KUR. Hal ini merupakan indikator positif dari upaya petani sawit dalam memperbaiki kondisi ekonomi mereka.
"Banyak petani sawit di Mukomuko telah mengajukan KUR sebagai langkah strategis untuk meningkatkan produktivitas dan pendapatan mereka," kata Bayu, Senin 4 Maret 2024.
Baca Juga: Kades di Bengkulu Tolak Perpanjangan HGU Perusahaan Perkebunan Kelapa Sawit, Kok Bisa!
Menurut Bayu, kebanyakan petani sawit di Kabupaten Mukomuko menggunakan KUR untuk memperluas areal kebun kelapa sawit dan memperbaiki infrastruktur. Sehingga produktivitas kelapa sawit meningkat.
"Mereka menggunakan KUR untuk memperluas areal kebun kelapa sawit dan memperbaiki infrastruktur pengolahan," ujar Bayu.
Dalam konteks pembangunan ekonomi daerah, pemanfaatan KUR oleh petani kelapa sawit ini dianggap sebagai dorongan signifikan. Bupati Mukomuko, Sapuan menyambut baik langkah-langkah yang diambil oleh para petani. "Kami berkomitmen untuk terus mendukung petani dalam upaya mereka meningkatkan kesejahteraan dan kontribusi terhadap perekonomian daerah," kata Sapuan.
Di sisi lain, beberapa pihak mengingatkan akan pentingnya pengelolaan yang bijak terhadap sumber daya alam, khususnya dalam konteks perkebunan kelapa sawit.
"Sementara penggunaan KUR dapat membantu petani dalam meningkatkan produksi, kami juga harus memastikan bahwa hal ini tidak mengorbankan keberlanjutan lingkungan," ungkap seorang aktivis lingkungan di Bengkulu, Ali Akbar.
Meskipun demikian, sebagian besar masyarakat setempat sepakat bahwa langkah petani kelapa sawit dalam mengajukan KUR merupakan tonggak penting dalam upaya menciptakan kesejahteraan ekonomi di daerah ini.
"Ini adalah momentum yang baik bagi kami untuk memperbaiki kondisi hidup kami dan meningkatkan taraf ekonomi keluarga," kata Sumarni, seorang petani kelapa sawit di Desa Lubuk Bento Kecamatan Pondok Suguh Kabupaten Mukomuko.
Dengan semakin meluasnya akses terhadap pembiayaan melalui KUR, diharapkan sektor perkebunan, khususnya kelapa sawit, dapat menjadi motor penggerak utama dalam pertumbuhan ekonomi masyarakat Mukomuko. "Kami optimis bahwa langkah ini akan membawa dampak positif jangka panjang bagi pembangunan daerah," tutupnya.
Petani Kelapa Sawit di Mukomuko Sudah Memanfaatkan KUR Hingga Rp 46,8 Miliar
Diskusi pembaca untuk berita ini