Mamuju, elaeis.co - Hingga kini cangkang kelapa sawit belum masuk dalam perhitungan penetapan harga kelapa sawit di Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar). Petani minta agar limbah dari produksi minyak sawit tersebut dimasukkan dalam penghitungan.
Ketua DPW Apkasindo Sulbar, Andi Raja Muda, saat berbincang bersama elaeis.co mengatakan cangkang memiliki nilai ekonomi yang tinggi. Sebab menjadi beragam bahan baku seperti biomasa.
"Jika cangkang ini masuk dalam perhitungan penetapan harga TBS, maka harga akan lebih tinggi ketimbang saat ini. Potensi kenaikannya bisa sampai 2%," ujarnya dalam gelaran Siexpo 2023 beberapa hari lalu di Pekanbaru.
Melihat potensi itu, pihaknya saat ini terus mendesak pemerintah lewat dinas perkebunan menerapkan penghitungan tadi. "Kita ini sudah tertinggal dari daerah lain. Untuk itu kita menekan agar pemerintah memasukkan cangkang dalam penetapan harga," bebernya.
Untuk diketahui, saat ini potensi cangkang di Nusantara mencapai 11 juta ton/tahun. Terlebih pemerintah pusat juga tengah menggenjot ekspor cangkang ke Jepang dan beberapa negara lainnya.
"Cangkang ini cukup potensial untuk meningkatkan harga TBS. Dimana per tanggal 18 Juli lalu harga sawit kita hanya Rp2.021,12/kg. Ini turun dari Juni lalu yang sudah Rp Rp2.026,21/kg," tandasnya.
Petani Sulbar Minta Hitung Cangkang Dalam Penetapan Harga TBS Sawit
Diskusi pembaca untuk berita ini