Bengkulu, elaeis.co - Pemerintah Kabupaten Mukomuko menawarkan sejumlah potensi investasi industri sawit pada high level meeting yang diadakan Senin (27/2) kemarin bersama Pemprov Bengkulu dan Bank Indonesia (BI) Perwakilan Bengkulu

Dihadapan Gubernur Rohidin Mersyah dan Kapala BI Bengkulu Darjana, Bupati Mukomuko Sapuan menyatakan, siap memfasilitasi investor tingkat Nasional maupun Internasional yang ingin berinvestasi di Mukomuko. 

"Kami memiliki potensi investasi unggulan yang dapat dibuka untuk forum Investasi Internasional melalui program Regional Investor Relations Unit (RIRU) BI, di antaranya ada area perkebunan kelapa sawit, produksi TBS sawit, dan pelabuhan curah cair dari CPO," ujar Sapuan. 

Sapuan mengatakan, pada tahun ini saja pihaknya telah menggandeng sejumlah investor untuk membangun pelabuhan curah cair CPO berstandar nasional di Mukomuko. 

Pembangunan pelabuhan curah cair itu berpotensi menghemat biaya logistik sekaligus menekan biaya pemeliharaan jalan bagi pemerintah pusat dan daerah dalam memenuhi kebutuhan CPO dalam negeri.

"Pelabuhan terdekat dengan Mukomuko
adalah Pelabuhan Pulau Baii di Kota Bengkulu dan Pelabuhan Teluk Bayur di Sumatera Barat. Jarak tempuh rata-rata dari pabrik di Mukomuko ke pelabuhan terdekat 250-300 kilometer, dan sangat bergantung pada kesiapan armada truk," kata dia.

"Nah, mengingat saat ini distribusi logistik melalui jalur darat cukup menyita jarak dan waktu, maka kami sepakat bersama-sama membangun pelabuhan di Mukomuko," tambahnya.

Dengan begitu, lanjutnya, nantinya juga akan berefek pada meningkatnya harga beli tandan buah segar (TBS) milik petani,  dan juga meningkatkan aktifitas perekonomian serta lapangan kerja baru bagi masyarakat di Kabupaten Mukomuko, maupun Provinsi Bengkulu pada umumnya.

"Selain efesiensi waktu, tentu pelabuhan juga akan memicu terbentuknya industri hilirisasi CPO kelapa sawit," kata dia.

Tak hanya itu, tahun ini Mukomuko juga akan kedatangan 'pemain baru' dalam pengelolaan sumberdaya biomassa berbahan baku limbah TBS sawit dengan cadangan bahan baku tandan kosong sebesar 1.000.000 ton per tahun.

"Mukomuko penghasil limbah pengolahan kelapa sawit terbesar yang bisa digunakan sebagai bahan biomassa, dan ini sudah ada penjajakan dari investor Cina yang akan berinvestasi di Mukomuko," ujar Bupati.

Untuk itu, Bupati Sapuan berharap dengan adanya forum RIRU dapat mendorong geliat investasi di Kabupaten Mukomuko, mengingat sejauh ini potensi investasi unggulan belum begitu maksimal dikelola.

"Kita punya potensi raw material kernel kelapa sawit kurang lebih 201.600 ton per tahun. Ada juga cangkang sawit 200.000 ton per tahun yang dapat diekspor maupun sebagai bahan bakar biomassa," jelasnya.

Sementara, Gubernur Bengkulu Rohidin berharap RIRU dapat memacu geliat investasi dan ekspor produk unggulan di Bengkulu. 

"Yang perlu kita optimalkan saat ini kelembagaannya, bagaimana bersinergi dengan produk unggulan yang ada di kabupaten/kota di sini," jelas Gubernur Rohidin. 

Dengan demikian, lanjutnya, RIRU ini nantinya akan dibuka ke forum Nasional maupun Internasional yang dipaparkan melalui agenda percepatan investasi di Bengkulu. "Jika pemetaan sudah lengkap, baru nanti akan kami tawarkan ke forum Internasional," pungkasnya.