Untuk diketahui, saat ini PTPN V tercatat memiliki 71.693 hektare tanaman sawit usia produktif. Ia mengatakan, komposisi tanaman sawit inti PTPN V telah berada dalam kondisi ideal, baik antara tanaman belum menghasilkan (TBM) atau immature, tanaman menghasilkan (TM) atau mature, dan tanaman yang perlu diremajakan. 

Untuk itu, ia berharap program peremajaan dapat berlangsung sesuai rencana kerja perusahaan sehingga produktivitas dapat terjaga dan terus ditingkatkan. 

Secara umum, produktivitas TBS PTPN V terus mengalami sepanjang lima tahun terakhir. Pada 2017 tercatat sebesar 19,78 ton. Angka tersebut melonjak tajam pada 2019 atau tahun pertama Jatmiko memimpin PTPN V yang mencapai 21,94 ton per hektare. 

Selanjutnya, pada 2021 lalu, angka tersebut kembali meningkat mencapai 24,02 ton per hektare dan menjadikan PTPN V sebagai anak perusahaan dengan produktivitas tertinggi kedua di lingkungan Holding Perkebunan Nusantara III Persero. 

Dalam kesempatan tersebut, Jatmiko mengatakan bahwa peremajaan sawit hendaknya dimaknai lebih luas. 

"Program peremajaan ini harus menjadi momen bagi kita semua untuk juga meremajakan semangat kita. Memperbarui cara kerja kita, pola kita, sebagai bagian dari semangat perbaikan yang kita usung tiga tahun terakhir ini," pesannya. 

Sosok yang berhasil membawa PTPN V mencatatkan kinerja gemilang dengan dua kali memecahkan laba bersih terbesar sepanjang sejarah tersebut turut berpesan agar program peremajaan sawit dilakukan dengan penuh tanggungjawab. 

Sebab, ia mengatakan bahwa PTPN V kini telah mendapat kepercayaan dari pemerintah dan masyarakat untuk mengakselerasi program peremajaan sawit untuk petani mitra. 

"Bahwa apa yang kita lakukan bersama hari ini adalah bagian dari upaya perbaikan PTPN V. Bahwa ruang perbaikan itu masih sangat luas.  Dan dari sini, adalah salah satu ruang perbaikan yang harus menjadi perhatian kita bersama," tuturnya.

"Untuk itu, mari bersama laksanakan tugas ini dengan penuh rasa tanggung jawab, bersungguh-sungguh, dan jangan lupakan, tetap istiqomah," lanjutnya.

Sementara itu, program penanaman perdana yang dilaksanakan di PTPN V Unit Sei Pagar berlangsung di Afdeling III dan IV diproyeksikan rampung pada Desember tahun ini.

Selain itu, perusahaan juga menargetkan perkebunan sawit tersebut mulai menghasilkan pada usia 30 bulan dengan produktivitas hingga enam ton pada usia muda.