Tenggarong, elaeis.co - Sedikitnya 70 hektar kebun kelapa sawit milik Kelompok Tani Makmur 1 di Desa Santan Tengah, Kecamatan Marangkayu, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Kalimantan Timur (Kaltim), terendam banjir. Akibatnya, aktivitas kebun tidak dapat dilakukan seperti biasa.

Ketua Kelompok Tani Makmur 1 H Syurgawi, mengatakan, banjir sudah menggenangi kawasan kebun kelapa sawit itu selama 10 hari terakhir.

"Ini akibat intensitas hujan yang tinggi, kemudian juga pendangkalan di sungai besar yang kemudian meluap hingga merendam kebun," ujarnya kepada elaeis.co, Selasa (28/1).

Menurutnya, ketinggian air banjir yang merendam ribuan batang kelapa sawit itu bervariasi, ada yang sampai 1 meter. 

"Sampai saat ini memang belum ada dampak terhadap kelapa sawitnya. Maksudnya, belum ada yang mati. Tapi aktivitas panen dan lain-lainnya tidak dapat dilaksanakan," terangnya.

Akibat tidak adanya aktivitas panen itu, banyak buah kelapa sawit membusuk di pohon. "Pastilah perekonomian petani juga terganggu," ujarnya.

"Ini memang rutin terjadi setiap tahunnya, biasanya akan terjadi hingga 1 bulan mendatang. Kemudian nanti produksi akan anjlok sampai 40%," tambahnya.

Dia dan petani lainnya berharap banjir cepat surut. "Supaya aktivitas kebun dapat kembali berjalan, ekonomi petani kembali normal, dan tanaman tidak rusak," tutupnya.