“Inilah sejatinya masa depan ekonomi kita. Masa depan lapangan pekerjaan kelas menengah yang menjanjikan buat generasi muda hari ini dan ke depannya," ujarnya.

"Model ini pula yang kita percaya dapat mengoreksi sekaligus menaikkan pendapatan per kapita segenap rakyat kita sebesar 5 kali lipat pada tahun 2045 nanti,” kata Menteri Teten.

Sebagaimana diketahui, kata Menkop UKM, saat ini pendapatan per kapita rakyat kita diperkirakan baru sekitar US$ 4.919 pada tahun 2023.

Untuk itu, katanya, bila Indonesia ingin menjadi negara maju di tahun 2045 nanti, maka pendapatan per 3 kapita harus bisa naik setidaknya 5 kali lipat.

Memberdayakan Anggota
Ia juga mengingatkan agar setiap koperasi, termasuk koperasi petani sawit, harus terlebih dahulu hadir sebagai pemberdaya anggota.

Baca juga: Koperasi Boleh Punya Pabrik Minyak Makan Merah, Aspek-PIR: Ini Angin Segar Bagi Petani

"Tidak boleh (koperasi dibangun hanya - red) sekadar untuk memenuhi ambisi sebagian pengurusnya saja," kata Teten Masduki lebih lanjut.

Ia mengingatkan kalau dunia terus berubah, begitu pun koperasi harus terus menyempurnakan gerakannya menjawab tantangan zaman yang terus berubah.

“Kami tidak bosan-bosannya mengingatkan agar akuntabilitas koperasi harus terus diperkuat, tata kelola koperasi harus semakin baik sehingga koperasi semakin dipercaya oleh masyarakat," ucapnya.

"Kita ingin koperasi menjadi pilihan rasional bagi tiap-tiap warga negara untuk menaruh harapan dan mengembangkan usahanya,” tuturnya lebih lanjut.  

Menteri Teten turut mengapresiasi seluruh pengurus dan anggota koperasi yang konsisten berkoperasi dan telah berkontribusi mengantarkan ekonomi Indonesia tumbuh semakin berkualitas seperti sekarang ini.