Jakarta, Elaeis.co - Pemerintah Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) menjalin nota kesepahaman dengan Yayasan Hutan Alam dan Lingkungan Aceh untuk melakukan perlindungan dan pelestarian keanekaragaman hayati di kawasan ekosistem Leuser.

“Kami sangat konsisten dengan program perlindungan ekosistem Lauser, sehingga kami tidak pernah memprogramkan menanam tanaman kelapa sawit di kawasan hutan,” kata Bupati Abdya Akmal Ibrahim, dikutip Acehtrend.com.

Akmal mengaku sejak menjabat tidak pernah merekomendasikan menanam kelapa sawit di kawasan hutan karena hutan sangat penting untuk dilestarikan.

“Masyarakat kami minta menanam tanaman jengkol, bahkan bibitnya diberikan secara gratis,” tukasnya.

Menurut Akmal, tumbuhan jenis polong-polongan itu disarankan karena penanamannya tidak harus dengan menebang pohon. “Bisa tumbuh di semak belukar,” jelasnya.

Sebelum penandatanganan nota kesepahaman itu, Bupati Akmal Ibrahim bersama tim dari Yayasan Hutan Alam dan Lingkungan Aceh terlebih dahulu mengelar video konferensi dengan Nicole Rycroft dari Organisasi Canopy Planet Kanada.
Kegiatan tersebut antara lain dihadiri Ketua DPRK Abdya Nurdianto, Sekda Abdya Thamrin, dan Kepala Bappeda Abdya Firmansyah.