Jakarta, elaeis - Kesempatan belajar bisa membuka jalan baru. Hal itulah yang dirasakan oleh Vita Ardhiana Sari, pelaku usaha kuliner asal Semarang. Setelah mengikuti pelatihan olahan berbasis sawit, ia semakin mantap menekuni ide baru: mengembangkan bisnis gula sawit.

Sebelumnya, Vita dikenal dengan produk dimsum yang jadi menu andalannya. Namun, pesanan yang datang ke dapurnya sering beragam mulai dari tumpeng, snack, hingga gula jahe.

"Apapun yang terlintas di kepala, biasanya saya coba bikin. Saya selalu open untuk pesanan apa saja,” ujarnya, Senin (8/9).

Menurut Vita, sebelum ikut pelatihan ia sama sekali tidak membayangkan sawit bisa diolah menjadi produk kuliner rumah tangga. “Sawit itu buat orang Jawa kayak dunia lain. Enggak familiar sama sekali,” katanya.

Namun, penjelasan demi penjelasan yang ia dapatkan membuka cakrawala baru. Vita mulai melihat potensi sawit, khususnya pada produk turunannya yang bisa diolah menjadi gula. Dari situ, lahirlah gagasan untuk mencoba gula sawit sebagai pengganti gula aren dalam produk gula jahe yang selama ini ia buat.

“Kalau rasanya enak, malah menambah vitamin untuk tubuh, kenapa enggak?” ujarnya optimis.

Meski begitu, Vita menyadari tantangan tetap ada, terutama soal harga. Produk berbasis sawit mungkin memiliki nilai jual lebih tinggi. Tapi ia tak gentar. “Kalau ada yang bilang mahal, ya berarti mereka bukan pangsa pasar kita. Pasti ada konsumen yang mau bayar lebih untuk kualitas,” tegasnya.

Bagi Vita, peluang itu sangat terbuka. Apalagi kesadaran masyarakat terhadap produk sehat dan alami semakin meningkat. Ia yakin gula sawit bisa menjadi alternatif baru yang diminati, tidak hanya di Jawa tetapi juga di pasar yang lebih luas.

Sejatinya, gula sawit sudah lama dikenal di Sumatera. Hanya saja, gaungnya belum sampai ke Jawa. Inilah yang dilihat Vita sebagai celah sekaligus peluang. Dengan kreativitasnya, ia bertekad menghadirkan gula sawit yang bisa diterima masyarakat luas.

“Ini step baru yang bisa kita kembangkan. Dan yang jelas bisa menambah income,” katanya.

Ke depan, Vita berharap pengalamannya bisa menjadi inspirasi bagi pelaku usaha lain. Jika kembali dipercaya sebagai narasumber, ia ingin berbagi bukan hanya cerita, tetapi juga bukti nyata bahwa sawit bisa diolah menjadi produk kuliner yang bernilai ekonomi.