Siak, elaeis.co - Dalam berkebun kelapa sawit, hal yang paling penting yang harus diperhatikan adalah pupuk, karena sangat menentukan produksi kebun sawit itu.
Namun memang saat ini banyak petani sawit yang belum mengerti, bagaimana membagi hasil panen kebun itu untuk keperluan pemupukan dan perawatan kebun.
Katimin, salah seorang petani sawit di Kabupaten Siak, Riau, memberikan tipsnya agar bisa tetap memupuk walaupun hasil panen sedang tidak banyak.
"Siasatnya, memang dalam 12 bulan setahun itu kita alokasikan hasil 1 bulan itu hanya untuk pembelian pupuk satu jenis saja. Karena kita menggunakan tiga jenis pupuk, jadi hitungannya hasil 3 bulan itu kita khususkan untuk pembelian pupuk," kata dia kepada elaeis.co, Senin (27/3).
Katimin memang menggunakan tiga jenis pupuk saja untuk kebun sawitnya. Yaitu Dolomit, abu janjang dan NPK 13827.
"Dengan demikian, sebenarnya petani diuntungkan dari 9 bulan itu. Tapi sekarang ini petani tidak mau seperti itu," ujarnya.
Untuk memulainya, kata dia, memang cukup sulit. Karena memang harus mengalokasikan dahulu kebutuhan pupuk itu di awal. Namun apabila sudah berjalan, hal ini akan ringan dilakukan.
"Cara mengcovernya, biar kita tidak pusing, tahun sebelumnya memang harus sudah kita stok pupuknya. Kita ikuti pola perusahaan dalam pemupukan itu," tambahnya.
Siasat Petani Sawit di Siak Siapkan Dana untuk Beli Pupuk
Diskusi pembaca untuk berita ini