Sibuhuan, elaeis.co – Polres Padang Lawas, Sumatera Utara, melaksanakan Rapat Koordinasi Penanaman Jagung untuk Mendukung Swasembada Pangan di Kabupaten Padang Lawas. Rapat dipimpin Kapolres Padang Lawas AKBP Diari Astetika SIK dan dihadiri Pj Bupati Padang Lawas, perwakilan GAPKI, Inhutani, Bulog, perusahaan sawit, dan petani swadaya.

Diari menjelaskan, rapat koordinasi bertujuan untuk melakukan rekapitulasi terhadap lahan yang siap ditanami jagung dalam program swasembada pangan. “Akan dilaksanakan verifikasi lahan dari perusahaan perkebunan kelapa sawit yang sedang melakukang peremajaan untuk dilaksanakan program tumpang sari penanaman jagung,” jelasnya dalam rilis Humas Polres Padang Lawas dikutip elaeis.co Senin (13/1).

“Padang Lawas diberikan target sebanyak 8,140,56 hektar lahan ikut dalam program penananam jagung. Dan pembiayaan penanaman jagung berasal dari CSR perusahaan,” imbuhnya.

Pj. Bupati Padang Lawas, Ardan Noor Hasibuan MM, berharap program ketahanan pangan terkhusus penanaman jagung ini dapat berhasil sesuai dengan harapan. “Karena itu perlu kita bahas tentang lahan yang akan dibutuhkan dan berapa yang tersedia untuk penanaman jagung. Program ini didukung penuh oleh pemerintah,” tukasnya.

“Bibit dan pupuk yang dipakai harus yang berkualitas. Kita juga harus memastikan harga jagung tetap stabil agar tidak merusak mata pencaharian petani jagung,” imbuhnya.

Kepala Balai Penerapan Standar Instrumen Pertanian (BSIP) Sumut Khadijah Lubis meminta Kapolres Padang lawas segera melaporkan ketersediaan lahan untuk penanaman jagung. “Kami siap selalu berkoordinasi dengan Polres jajaran Polda Sumut serta pemkab di Sumut dan kami akan mendampingi di bagian teknologi serta membimbing para petani hingga di pemasaran nantinya,” ungkapnya.

Perwakilan GAPKI Padang Lawas, Faizan Sukri Hasibuan menyampaikan siap mendukung dan menyukseskan program Swasembada Pangan Tahun 2025. “Khususnya di Padang Lawas, sudah disediakan lahan seluas 10 hektar dan kami akan berkoordinasi dengan pemerintah terkait teknik penanaman jagung,” tuturnya.

Perwakilan PT Tondi BS, Bahri Pulungan menyampaikan pihaknya bersedia menyediakan lahan seluas 150 hektar. “Namun lahan tersebut ada di kawasan hutan, mohon penjelasan apakah bisa dilakukan penanaman jagung di sana,” terangnya.

Perwakilan perusahaan sawit PT Damai Nusa Sekawan, Zein Habibie Harahap juga menyampaikan siap mendukung program pemerintah ini dan menyiapkan lahan 10 hektar. “Kami menunggu arahan dari pemerintah terkait pelaksanaan penanaman jagung serentak,” ucapnya.

Ketua DPD Apkasindo Padang Lawas Tongku Soleh Daulay juga menyampaikan siap mendukung program tumpang sari jagung di lahan sawit. “Apkasindo Padang Lawas menyiapkan lahan seluas 250 hektar,” sebutnya.