Padang, elaeis.co - Program Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) kelapa sawit menjadi salah satu program yang diandalkan oleh Direktorat Jenderal Perkebunan (Ditjenbun) Kementerian Pertanian dan Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS). 

Program ini diharapkan dapat menciptakan pekebun-pekebun yang handal dalam pengelolaan perkebunan kelapa sawit berkelanjutan. 

Ada dua hal yang dilakukan oleh Ditjenbun dan BPDPKS pada program ini. Pertama adalah pelatihan yang diberikan kepada para pekebun sawit dan kedua adalah beasiswa yang diberikan kepada anak-anak petani. 

Hingga tahun 2022,  total sudah ada 11.088 petani yang mendapat pelatihan dan 4.265 anak petani mendapat beasiswa untuk melanjutkan pendidikan vokasi di bidang perkelapasawitan. 

Dari data yang dirilis BPDPKS dalam acara Penas XVI yang digelar di Kota Padang, Sumatera Barat, total dana yang telah tersalurkan untuk program pengembangan SDM ini mencapai Rp 305,2 miliar. Yang mana penerimanya berasal dari 21 provinsi penghasil sawit di Indonesia.

Khusus untuk beasiswa pengembangan SDM sawit atau dikenal dengan beasiswa sawit, dari 4.265 orang penerima, 1.700 telah menyelesaikan pendidikan tingkat Diploma 1 (D1) dan 630 orang telah menyelesaikan pendidikan di tingkat Diploma 3 (D3). 

Dirincikan, tahun 2016 ada 330 penerima beasiswa, 2017 ada 390 orang, 2018 sebanyak 480 orang, 2019 sebanyak 750 orang, 2020 sebanyak 655 orang, 2021 sebanyak 660 orang dan di tahun 2022 sebanyak 1.000 orang. 

Tahun 2023 ini, jumlah kuota penerima beasiswa sawit ditambah menjadi 2.000 orang. Yang mana saat ini proses pendaftaran masih berlangsung dan sudah ada lebih dari 2.500 orang yang telah mendaftar dan lulus seleksi tahap pertama, yakni seleksi administrasi. 

Jumlah penerima manfaat dan penyaluran dana untuk pengembangan SDM baik untuk kegiatan Pelatihan dan Beasiswa meningkat cukup signifikan. Yang mana BPDPKS berkomitmen untuk terus menambah jumlah penerima manfaat program ini pada tahun-tahun selanjutnya.