Dumai, elaeis.co - Ingat dengan kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pada 2019 di Provinsi Riau, yang melumpuhkan begitu banyak sektor kehidupan, bahkan mendapat komplain dari sejumlah negeri jiran?

Tidak ingin kasus serupa terulang kembali, Gubernur Riau (Gubri) Syamsuar cepat mengambil sikap dalam menghadapi peristiwa karhutla yang terjadi di daerahnya.

"Kita harapkan bantuan-bantuan dari BNPB dan Kementerian termasuk dari panglima TNI bisa lebih cepat, supaya jika terjadi sesuatu atau sebelum terjadi kita sudah mempersiapkan segala sesuatunya," tuturnya di Posko Terpadu Karhutla Dumai, Rabu (26/4) kemarin.

Selain percepatan bantuan helikopter water bombing, Datuk Seri Setia Amanah Syamsuar juga berharap bantuan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) dipercepat.

"Khusus TMC tahun-tahun sebelumnya kita berhasil mengatasi karhutla sehingga di Riau tidak begitu luas, karena kalau terlalu luas sulit memadamkannya," imbuhnya, dilansir website resmi Pemprov Riau.

Ia berharap segala kebutuhan untuk mengendalikan karhutla di Riau dapat ditanggapi dalam waktu yang tidak begitu lama.

"Biasanya kalau sudah kita laporkan mereka dari pusat akan turun kesini dan sekaligus membantu kita agar bisa mengendalikan karhutla dengan sebaik-baiknya," ungkapnya.

Makanya, menurut Gubri, pada Kamis (27/4) pagi hari ini ia akan terbang  ke Jakarta, dan untuk kepentingan itu pihaknya  sudah berkoordinasi dengan BNPB dan KLHK.

Sebab, menurut Gubri,  berdasarkan laporan dari Danlanud, helikopter water bombing yang merupakan bantuan dari BNPB pusat itu akan dikirim pada tanggal 8 bulan depan. 

"Kelamaan, makanya besok saya harus menghadap Kepala BNPB pusat supaya cepat mendapatkan bantuan," ujarnya. 

Di Jakarta, menurut Gubri, ia akan melaporkan situasi yang terjadi di lapangan kepada BNPB dan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Republik Indonesia dalam rangka meminta dukungan pemerintah pusat agar sesegera mungkin memberikan bantuan.