Rengat, elaeis.co - Para petani sawit swadaya di Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), Provinsi Riau, terus berupaya memperbaiki sistem berkebun kelapa sawit yang ramah lingkungan untuk menuju sawit berkelanjutan dan berkelas dunia. 

Pekebun itu berasal dari Asosiasi Karya Serumpun di Desa Ringin, Kecamatan Batang Gansal. Mereka saat ini sedang berjuang untuk mendapatkan sertifikasi Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO).

Artinya, bagi pelaku kelapa sawit yang menjadi anggota asosiasi harus mematuhi standar kriteria seperti menjaga lingkungan, praktek industri tidak merusak atau membahayakan kawasan. 

Juliono, selaku Ketua Karya Serumpun, mengatakan ada sekitar 500 hektar perkebunan kelapa sawit dengan jumlah 210 petani dalam naungan Karya Serumpun didaftarkan untuk mendapatkan sertifikasi RSPO. 

"Pengajuan RSPO kali ini merupakan tahap III yang sebelumnya untuk tahap I dan II telah rampung. Sertifikasi RSPO sudah kami terima pada tahun 2021 dengan luasan lahan sekitar 900 hektar, petaninya berjumlah 514 orang," katanya kepada elaeis.co, Jumat (11/8). 

Menurutnya, apabila kebun kelapa sawit yang sedang berproses saat ini menerima sertifikasi RSPO, maka disimpulkan bahwa seluruh perkebunan binaan Karya Serumpun sudah diakui dunia dan para pabrik tidak meragukan lagi asal-muasal pasokan buah yang dibawa asosiasi. 

Langkah ini, lanjutnya, merupakan kesepakatan bersama anggota membangun perkebunan kelapa sawit berlandaskan pada prinsip dan kriteria berkelanjutan. Penerapan ini diyakini bakal membawa masa depan perkebunan kelapa sawit dapat terjaga dengan sendirinya.