Makassar, Elaeis.co - Tiga anggota DPRD Takalar terlibat adu jotos. Dua orang terluka kena hantam double stick.
Ketiga orang itu masing-masing Andi Nur Selang, Johan Nojeng, dan Bakri Sewang. Mereka berselisih saat pembentukan panitia khusus (pansus) laporan keterangan pertanggungjawaban (LKPJ) bupati di Badan Musyawarah DPRD Takalar.
Kasubag Humas Polres Takalar AKP Zein mengatakan, adu fisik itu terjadi sekitar Senin (3/5) sekitar pukul 14.00 waktu setempat. “Dalam rapat, Andi Nur Selang ditunjuk sebagai wakil ketua Pansus LKPJ. Tapi Johan Nojeng dan Bakri Sewang tidak setuju,” katanya seperti dikutip tribun-timur.com, Selasa (4/5).
Terjadilah adu argumentasi berujung adu mulut dan disusul perkelahian. Andi Ellang, sapaan Andi Nur Selang, memukul Johan dan Bakri. Ketua DPC PDIP Takalar itu mengayunkan double stick pada dua orang yang tak setuju.
Dilerai anggota lain, tapi Johan dan Bakri coba membalas. Keributan itu baru berhenti setelah Johan tersungkur. Kepala dan tangan sebelah kiri politisi Partai PBB itu luka akibat kena hantam.
Johan lalu dibawa ke RSUD Padjonga Dg Ngalle Takalar, kepala dan tangannya mendapat delapan jahitan. Bakri, politisi Partai PAN, juga ikut. Tapi dia hanya mengambil visum lalu memilih pulang karena memar pada bagian lengan kanan bawah hanya kategori luka ringan. “Petugas masih mendalami dan menyelidiki kronologi lengkapnya. Alat yang dipakai untuk memukul juga masih dalam penyelidikan,” kata Zein.
Petugas IGD RSUD Padjonga Dg Ngalle Takalar, dr Astri Yul mengatakan, Johan masih menjalani perawatan akibat luka yang dialaminya. “Ada juga luka memar di dada kiri atas, serta di lengan kanan bawah atas. Sepertinya luka akibat terkena benda tumpul, tidak ada luka senjata tajam,” katanya.
Tiga Anggota DPRD Berkelahi, Ada yang Pakai Double Stick
Diskusi pembaca untuk berita ini