Jakarta, elaeis.co - Direktur Eksekutif Palm Oil Agribusisess Strategic Policy Institute (PASPI), Dr Tungkot Sipayung, menyorot acara Center for International Forestry Research (CIFOR).
Menurutnya, acara yang akan digelar di Hotel Borobudur Jakarta, Selasa dan Rabu (4-5/3) itu tidak kompatibel membicarakan sawit.
"Cifor sendiri tidak compatible membicarakan sawit. Sebab itu bukan bagian dari core studinya. Urusan kehutanan silahkan saja. Ini kan poinnya sawit," kata Tungkot kepada elaies.co.
Menurut pakar sawit nasional ini, CIFOR hanya akan menambah buruk nama sawit. Yang mana CIFOR dinilai justru akan memframing sawit sebagai tanaman yang menyebabkan deforestasi.
"Yang kedua, ini adalah bentuk memframing opini publik dan global bahwa sawit itu adalah driver deforestasi, driver emisi yang menyebabkan pemanasan global, perubahan iklim dan lainnya," tambahnya.
Kata Tungkot, framing uang dibangun oleh CIFOR merupakan pesanan dari Eropa yang selalu menjelek-jelekkan sawit, dan menyebutkan bahwa sawit tanaman penyebab deforestasi.
"Yang ketiga, framing ini dibangun sesuai pesanan Eropa. Supaya berlaku deforestasi free itu. Kalau itu berlaku, setiap hektar sawit indonesia di du deligen. Baru keluar sertifikat. Ini bisnis ini," ujarnya.
"CIFOR mau jadi koordinatornya ini, dan orang yang sepaham dengan cifor akan menjadi bagian dari bisnis ini," sambung Tungkot.
Tungkot CIFOR Tak Kompatibel Bicara Soal Sawit
Diskusi pembaca untuk berita ini