Jakarta, elaeis.co - Serikat Petani Kelapa Sawit (SPKS) beserta dua koperasi binaan yakni Koperasi Unit Desa (KUD) Karya Mandiri di Kabupaten Tanjung Jabung Barat (Tanjabar), Provinsi Jambi, dan KUD Perkebunan Renyang Bersatu di Kabupaten Sekadau, Provinsi Kalimantan Barat, melaporkan tiga raksasa sawit nasional ke Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU), Selasa (15/3/2022) lalu.

Langkah itu berkaitan dengan dugaan adanya praktek monopoli dan persaingan usaha tidak sehat dalam industri biodiesel.

Albertus Wawan, Ketua KUD Perkebunan Renyang Bersatu, mengatakan, sebenarnya yang pantas diadukan ke KPPU tak hanya tiga perusahaan itu.

"Saya kurang tahu apakah ikut dilaporkan ke KPPU atau tidak, tapi kita memang sudah minta kalau bisa Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit atau BPDPKS ikut dilaporkan juga oleh SPKS ke KPPU," katanya kepada elaeis.co, Kamis (17/3/2022).

Wawan beralasan, BPDPKS selama ini selalu lebih mengutamakan korporasi ketimbang para petani sawit dalam hal distribusi anggaran. Korporasi yang paling diutamakan, kata Wawan, adalah yang mereka laporkan ke KPPU yakni PT Wilmar Nabati Indonesia, PT SMART Tbk dan PT Musim Mas.

Baca juga: Dianggap Monopoli, 3 'Raksasa Sawit' ini Dilaporkan ke KPPU

Wawan menyebutkan, para petani yang tergabung dalam KUD Perkebunan Renyang Bersatu melihat tak ada manfaat yang bisa mereka terima dari pungutan ekspor yang dilakukan BPDPKS.

Disinggung tentang program sarana dan prasarana, termasuk sarana produksi (saprodi), serta program peremajaan sawit rakyat (PSR) yang telah dikucurkan BPDPKS, petani sawit dari Desa Merbang, Kecamatan Blitang Hilir, Kabupaten Sekadau ini justru balik bertanya.

"Kami sudah lama mengajukan proposal untuk bantuan sarprodi, tapi sampai sekarang tak kunjung direspon. Susah sekali birokrasinya. Mana manfaatnya dana di BPDPKS itu sama kami petani kecil ini?" ucapnya.

"Tentang dana PSR, itukan dikucurkan kalau tanaman sawitnya sudah berumur 25 tahun. Sementara tanaman kami baru berumur 5 dan 13 tahun. Mana manfaatnya sama kami, padahal kami terus dikutip macam-macam pajak, termasuk pajak penjualan TBS di pabrik kelapa sawit," tandasnya.