Gubernur Riau, Syamsuar yang kebetulan berada di sebelah kanan Ma'ruf dan Direktur Utama Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS), Eddy Abdurrachman yang berada di sebelah kiri Gulat, memperhatikan keakraban dua lelaki beda usia itu. Syamsuar dan Eddy juga kebagian kecambah yang bakal disemai secara simbolis.
Sebelum sampai ke meja paling ujung di bawah tenda berwarna merah putih yang memanjang itu, Ma'ruf dipandu oleh Sekretaris Jenderal DPP Apkasindo, Rino Afrino, menengok denah komplek pembibitan yang terpampang di gerbang tenda.
Baca juga: Pemerintah Dorong Pembangunan Pabrik Minyak Makan Merah. Di Riau Bakal Ada 5 Pabrik
Di sana, Rino mengajak Ma'ruf kembali mengingat saat-saat awal santripreneur dilaunching dan tahapan perjalanan santripreneur di Riau, sampai kemudian bisa menghasilkan bibit kelapa sawit siap salur.
Lepas itu, Ma'ruf diajak beranjak ke stand kecil milik Sinar Mas yang memperkenalkan sederet benih kelapa sawit hasil inovasinya. Di samping Sinar Mas, ada pula stand Asian Agri yang juga memperkenalkan produk yang nyaris sama.
Dari sana, Ma'ruf disambut oleh kepala Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS), Edwin Syahputra Lubis yang langsung memperkenalkan produk minyak sawit merah hasil inovasi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang sudah berumur lebih dari 100 tahun itu.
Ada hampir lima menit Edwin cerita panjang lebar tentang keunggulan minyak sawit merah itu, termasuk beberapa makanan hasil gorengan minyak makan merah tadi.
Berikutnya, Ma'ruf mampir di stand DPP Apkasindo yang memperkenalkan minyak goreng dan sederet produk bikinan Apkasindo.
Terakhir sebelum ke meja penanaman kecambah kelapa sawit secara simbolis tadi, Ma'ruf mampir di bibir hamparan polyback yang sudah berisi kecambah kelapa sawit.
Di sana, di antara jaluran polyback yang tersusun rapi itu, ada sekitar 20 orang santri menunggu Ma'ruf. Ada sekitar dua menit Ma'ruf bertanya jawab dengan salah seorang santri sebelum kemudian ke meja penanaman kecambah secara simbolis itu.
Wapres Pak Gulat, Yang Mana di Sebelah Bawah
Diskusi pembaca untuk berita ini