JAKARTA, elaeis.co -  Tampaknya kini ada semacam alarm bahaya terkait masa depan harga minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) yang kembali menunjukan kemerosotan dalam dua hari terakhir ini.

Pada tender periode Rabu (4/9/ 2024) seperti data yang dimiliki elaeis.co, harga CPO anjlok sebanyak Rp 130 per kilogram (Kg) berdasarkan hasil tender yang diselenggarakan oleh PT Kharisma Pemasaran Bersama Nusantara (KPBN).

Baca juga: Setelah Naik Rp 100, Kini Anjlok Rp 130 Harga CPO Hasil Tender PT KPBN Periode 4 September 2024

Nah, dari proses tender yang sama diketahui harga CPO kembali mengalami kemerosotan. Kali ini, berdasarkan hasil tender periode Kamis (5/9/2024), harga CPO turun sebanyak Rp 81 per Kg.

Penurunan ini tidak hanya terjadi pelabuhan ekspor utama seperti Pelabuhan Belawan di oga Medan, dan di Pelabuhan Dumai di Provinsi Riau, melainkan juga di Pelabuhan Talang Duku yang ada di Provinsi Jambi.

Bahkan penurunan sebanyak Rp 81 per Kg itu juga terjadi pada hasil lelang stok CPO milik Holding PTPN Nusantara yang ada di Provinsi Sumatera Utara (Sumut), yaitu Sawit Sebrang, Sawit Hulu, Kwala Sawit, dan Pagar Merbau yang berakhir dengan withdraw (WD).

Baca juga: Seperti Yoyo, Kini Meroket Rp 100 Per Kg Harga CPO Hasil Tender PT KPBN Periode 3 September 2024

Situasi di atas sungguh membagongkan, dan seakan-akan menjadi alarm atau sinyal buruk, khususnya bagi para petani sawit, terutama terkait harga CPO dari proses dan tender di akhir pekan nanti, Jumat (6/9/2024).

Sebab, jika harga CPO sudah turun dua kali berturut-turut dalam jumlah yang besar, biasanya mengisyaratkan terjadi pelemahan harga minyak nabati di pasar global.