Siak, elaeis.co - Banjir yang melanda wilayah Kecamatan Mempura, Kabupaten Siak, tiga Minggu terakhir kian parah. Selain merendam puluhan rumah warga, banjir juga menggenangi puluhan hektare kebun kelapa sawit warga.

"Cemana mau ke kebun, air banjir menggenangi kebun setinggi pinggang bang," kata Handoko, petani sawit di Kampung Benteng Hulu, Kecamatan Mempura dikonfirmasi elaeis.co, kemarin.

Lelaki 35 tahun ini mengaku, yang bisa dilakukannya saat ini hanya pasrah dan berharap agar banjir secepatnya surut supaya bisa memanen tanaman sawit miliknya.

Sebab, hasil kebun sawit itu satu-satunya sumber duit untuk memenuhi kebutuhan keluarganya. "Cepatlah surut banjir ni, karena cuma berkebun sawit sumber penghasilan kami bang," ujarnya. 

Hal yang sama juga dirasakan Sofyan (33), petani karet di Kampung Benteng Hulu yang sudah tiga Minggu tidak dapat menyadap lantaran kebunnya digenangi air banjir.

"Sudah mau genap tiga Minggu lah ni kami tak bisa nderes (menyadap) getah. Kebun terendam air, mana bisa menderes," kata Sofyan. 

Sayangnya, hingga kini belum ada langkah konkrit Pemkab Siak untuk mengatasi banjir tersebut. Padahal gara-gara bencana ini, sendi-sendi kehidupan masyarakat terpuruk.

"Pemda suruh kita bersabar. Sampai kapan? Susah jelasinnya. Bersyukur aja lah atas musibah ini," ujar Sofyan.