Bengkulu, elaeis.co - Gabungan Pengusaha Perkebunan Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) Provinsi Bengkulu menyampaikan adanya sejumlah permasalahan yang dihadapi sejumlah perusahaan sektor kelapa sawit di Bengkulu sepanjang tahun 2023.

Permasalahan tersebut tentu saja menjadi salah satu penghambat investasi dan menjadi refleksi negatif bagi industri sawit di tahun 2023.

Ketua Gapki Provinsi Bengkulu, John Irwansyah Siregar mengatakan, banyak permasalahan yang dihadapi oleh perusahaan kelapa sawit di Bengkulu mulai dari penjarahan TBS kelapa sawit milik perusahaan di Kabupaten Mukomuko dan penutupan akses jalan ke areal kebun di Kabupaten Kaur.

Permasalahan itu tentu saja telah mengganggu iklim investasi serta menciptakan refleksi negatif bagi industri sawit di Bengkulu.

"Kita ingin itu menjadi pembelajaran dan semoga  permasalahan seperti itu tidak terulang kembali di tahun 2024," kata John, Kamis (21/12).

Oleh sebab itu, menurut John, perlu upaya bersama baik dari pemerintah, aparat penegak hukum, dan masyarakat dalam mengatasi gangguan investasi di sektor kelapa sawit di Bengkulu. Sehingga sektor usaha ini bisa semakin berkembang.

"Perlu solusi yang konstruktif agar masalah serupa tidak terulang kembali di daerah sentra sawit lainnya di Bengkulu," kata John.

John mengatakan, gangguan investasi tersebut awalnya hanya terjadi di beberapa kabupaten di Bengkulu. Namun, seiring berjalannya waktu gangguan tersebut meluas hingga ke kabupaten lainnya. Bahkan Kabupaten Kaur menjadi salah satu yang mendapatkan perhatian.