Selain itu, peserta terpilih akan mendapatkan pendampingan dari tim peneliti dan pakar sesuai bidangnya. Hasil riset yang dinilai berkualitas juga berpeluang dipublikasikan melalui jurnal maupun forum ilmiah, sehingga dapat menjadi referensi bagi pengembangan sektor perkebunan Indonesia di masa depan.

BPDP menetapkan tujuh bidang prioritas yang dapat dipilih peserta dalam menyusun proposal penelitian. Ketujuh bidang tersebut meliputi bioenergi, biomaterial dan oleokimia, pangan, pakan dan kesehatan, lahan, tanah dan budidaya, pascapanen dan pengolahan, pengolahan limbah dan lingkungan, serta sosial ekonomi, manajemen, bisnis, pasar, dan teknologi informasi.

Meski tema yang diberikan cukup luas, BPDP menegaskan seluruh proposal harus memiliki keterkaitan yang kuat dengan pengembangan komoditas perkebunan nasional. Fokus utama diarahkan pada penelitian yang mampu meningkatkan produktivitas, efisiensi usaha, keberlanjutan (sustainability), maupun menciptakan produk serta pasar baru yang bernilai ekonomi tinggi.

Komoditas yang menjadi perhatian dalam kompetisi ini meliputi kelapa sawit, kakao, dan kelapa. Ketiga komoditas tersebut dinilai memiliki peran strategis dalam mendukung perekonomian nasional sehingga membutuhkan inovasi berkelanjutan dari kalangan akademisi.

Agar dapat mengikuti kompetisi ini, peserta harus memenuhi sejumlah persyaratan. BPDP hanya menerima mahasiswa yang masih berstatus aktif pada jenjang Diploma atau Sarjana dan tidak sedang dalam kondisi terancam drop out (DO), yang dibuktikan melalui surat keterangan resmi dari perguruan tinggi.