Jakarta, elaeis.co – Penerapan biodiesel B50 sebagai bahan bakar campuran solar dinilai berpotensi memberikan dampak terhadap kinerja alat berat di sektor pertambangan.
Perhimpunan Ahli Pertambangan Indonesia (PERHAPI) mengungkapkan, kandungan Fatty Acid Methyl Ester (FAME) dalam biodiesel dapat memengaruhi performa mesin sekaligus meningkatkan biaya perawatan.
Ketua Umum PERHAPI Sudirman Widhy Hartono mengatakan, meski implementasi B50 masih membutuhkan evaluasi lebih lanjut, pengalaman industri selama penggunaan biodiesel sebelumnya, termasuk B40, menunjukkan adanya sejumlah konsekuensi terhadap operasional alat berat tambang.
“Selain menyebabkan adanya peningkatan biaya untuk perawatan, penggunaan biodiesel juga dapat menurunkan performa atau kinerja dari peralatan berat itu sendiri,” ujar Sudirman, Senin (13/7).
Menurutnya, salah satu faktor penyebab turunnya produktivitas alat berat adalah energi yang dihasilkan biodiesel yang dinilai lebih rendah dibandingkan solar murni. Semakin besar komposisi FAME dalam campuran bahan bakar, maka semakin besar pula potensi pengaruhnya terhadap performa mesin.
Sudirman menjelaskan, biodiesel memiliki sifat higroskopis atau mudah menyerap air. Karakteristik tersebut membuat biodiesel lebih cepat mengikat kelembapan dari udara dibandingkan solar konvensional.
Kandungan air yang meningkat dalam tangki bahan bakar dapat berdampak pada proses pembakaran, menurunkan efisiensi mesin, serta meningkatkan risiko korosi pada komponen ruang bakar.
Selain itu, sifat higroskopis juga membuat biodiesel lebih rentan mengalami oksidasi. Kondisi tersebut dapat memicu pertumbuhan mikroba dan biologikal di dalam bahan bakar yang berpotensi menurunkan kualitas energi yang dihasilkan mesin.
“Hal ini juga bisa menurunkan performa energi dari mesin itu sendiri,” jelasnya.
Tak hanya itu, biodiesel juga memiliki sifat sebagai pelarut yang kuat. Endapan kotoran atau kerak yang sebelumnya menempel pada tangki bahan bakar dan jalur pipa dapat ikut terbawa aliran bahan bakar.
Dampaknya, komponen seperti fuel filter menjadi lebih cepat kotor dan berisiko menyebabkan gangguan pada sistem injeksi bahan bakar. Kondisi tersebut dapat mempercepat kerusakan injektor serta meningkatkan kebutuhan perawatan alat berat.
Untuk mengatasi potensi dampak tersebut, Perhapi mendorong pemerintah mempertimbangkan penggunaan Hydrotreated Vegetable Oil (HVO) sebagai alternatif pengganti FAME dalam campuran biodiesel.
PERHAPI Bongkar Efek Samping B50, Performa Alat Berat Tambang Bisa Menurun
Diskusi pembaca untuk berita ini