Bengkulu, elaeis.co - Inflasi menjadi hal yang menakutkan bagi dunia termasuk di dalam negeri. Untuk menahan laju inflasi, petani sawit disarankan punya dana cadangan agar tidak gelagapan menghadapi situasi itu.

Menurut Pengamat Ekonomi Bengkulu, Prof Ahmad Badawi Saluy, investasi emas merupakan langkah yang tepat bagi petani sawit terhindar dari inflasi.

"Petani mesti jadikan emas sebagai aset, karena nilainya cenderung stabil dan bahkan naik di tengah guncangan inflasi sekalipun. Saat ini harganya masih dikisaran Rp1 juta per gram," kata Prof Ahmad kepada elaeis.co, kemarin.

Baca Juga: Baznas Bedah 30 Rumah Petani Sawit di Bengkulu Selatan

Prof Ahmad menjelaskan, ada beberapa faktor membuat harga emas tetap stabil di tengah kenaikan harga barang secara terus menerus atau inflasi.

Pertama, faktor berkurangnya kesempatan kerja atau stagflasi. Stagflasi akan memacu investor membeli emas dalam jumlah besar. Kedua, beberapa negara memacu penerbitan bank emas atau bullion bank termasuk Indonesia dalam Undang-Undang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan UU PPSK.

"Artinya, emas jadi komoditi yang menarik dengan peminat semakin luas," tutur Ahmad.

Ketiga, pengetatan moneter di negara maju membuat emas diandalkan sebagai hedging terhadap naiknya risiko suku bunga. Keempat, tidak ditemukan cadangan emas terbukti dalam jangka pendek sehingga outlook supply emas tidak akan meredam kenaikan harga.

"Jadi emas yang ada dilindungi karena nilainya juga bisa diandalkan," ujarnya.