Dapat Info dari Masyarakat Harga Sawit Hanya Rp1.700/Kg, Gubri Terkejut: kok Bisa?
Gubernur Riau (Gubri) Syamsuar terkejut begitu mendapat informasi dari masyarakat bahwa harga sawit hanya Rp1.700 per kilogram (kg).
Sorotan terbaru dari Tag # Dapat
Gubernur Riau (Gubri) Syamsuar terkejut begitu mendapat informasi dari masyarakat bahwa harga sawit hanya Rp1.700 per kilogram (kg).
Perusahaan perkebunan kelapa sawit, PT Inti Indosawit Subur, yang beroperasi di Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau, menyalurkan hewan kurban kepada dua desa di Kecamatan Pangkalan Kuras.
Riau menjadi satu-satunya provinsi dan pertama yang memberlakukan penetapan harga untuk mitra swadaya. Langkah ini mengacu Pergub Riau No. 77/2020 tentang Tatacara Penetapan Harga TBS Kelapa Sawit Produksi.
Sutoyo, Ketua Asosiasi Petani Swadaya Anugerah yang berada di Desa Air Putih, Lubuk Batu Jaya, Indragiri Hulu (Inhu), mengaku ada banyak hal positif yang didapatkan para petani sawit dari pelatihan.
Bupati Sijunjung, Provinsi Sumatera Barat (Sumbar), Benny Dwifa Yusril, mengatakan pihaknya sudah mendapat kabar bahwa Muhamat Usni Sabil sudah berada di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Bangkok, Thailand.
Petani yang bernaung dalam Kelompok Sejahtera Tani di Desa Teluk Sejuah, Kecamatan Kelayang, Kabupaten Indragiri Hulu, Riau, mampu menghasilkan produksi kacang tanah hingga mencapai 3 sampai 4 ton per hektar.
Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) menargetkan 180.000 hektar kebun sawit rakyat di-replanting melalui program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) setiap tahunnya.
Kementrian Pertanian (Kementan) rencana akan meluncurkan program Bank Benih Perkebunan (Babe-bun) pada 17 Maret 2023 besok. Program ini merupakan terobosan terbaru pemerintah untuk mendukung sawit berkelanjutan nasional.
Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) Provinsi Bangka Belitung (Babel) H. Sahuruddin meminta Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) menetapkan regulasi yang jelas dalam program peremajaan sawit rakyat (PSR).
Ketua Umum DPP Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (APKASINDO), Gulat Manurung, mengatakan implementasi kebijakan B35 diharapkan dapat menghemat devisa sebesar US$10,75 miliar dan dapat meningkatkan nilai tambah industri hilir sebesar Rp16,76 triliun.