Kemudian pembina industri di Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Kerajinan dan Batik (BBSPJIKB) Aan Eddy Antana, Kepala Bidang (Kabid) Sarana Prasarana (Sarpras) dan Pemberdayaan Industri Dinas Perindustrian Kalsel Kris Wibowo, serta para instruktur batik dan kerajinan dari BBSPJIKB.
Kata Anwar Sadat, upaya mengganti malam hewani dengan menggunakan malam batik nabati, khususnya dari kelapa sawit, dapat menjadi solusi untuk bisa meraih sertifikat halal.
Pada kesempatan ini, Anwar Sadat mengungkapkan bahwa salah satu tugas Direktorat Kemitraan BPDPKS adalah melaksanakan program pengelolaan kemitraan untuk pengembangan kelapa sawit berkelanjutan.
Baca juga: BPDPKS Tegaskan Besarnya Sumbangsih Sawit Rakyat pada Peningkatan Produksi CPO
Kata dia, di samping untuk mendorong industri batik dalam memanfaatkan potensi dan limbah dari perkebunan kelapa sawit, kegiatan itu juga sebagai langkah promosi positif strategis dan wujud keberpihakan Pemerintah Indonesia pada industri kelapa sawit di Nusantara.
"Perlu diketahui bahwa komoditas kelapa sawit dari Indonesia banyak sekali mendapatkan serangan negatif dari negara-negara Eropa beberapa waktu lalu," ungkapnya.
“Tujuan program promosi di Banjarbaru ini adalah salah satu upaya untuk meningkatkan citra nilai produk kelapa sawit dengan highlight sisi kehalalan minyak nabati untuk berbagai produk," kata Anwar Sadat.
Salah satunya, beber Anwar Sadat, adalah dengan menggeber pemakaian produk batik yang merupakan termasuk klasifikasi barang gunaan.
"Diharapkan melalui kegiatan pemanfaatan produk turunan dan limbah kelapa sawit untuk industri kerajinan dan batik ini dapat membantu mengangkat citra kelapa sawit Nusantara di mata internasional,” jelas Anwar Sadat.
Antisipasi Kampanye Negatif, BPDPKS dan Kemenperin Perkuat Industri Halal Turunan Kelapa Sawit
Diskusi pembaca untuk berita ini